TAUBAT NABILLA – Part 2 ; Allah Tempat Mengadu

Posted by : wartaidaman 25/11/2025

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Hari hanya bisa melongo, melihat Nabilla si Ratu Kampus, teman kuliahnya yang begitu cantik itu, masuk ke kampus, naik motor, tetapi dibonceng Gie, teman satu letting Hari juga. Lama Hari hanya bisa bengong, melihat dua sejoli teman kuliahnya itu naik motor, lalu berhenti sampai di parkiran kampus. Hari yang hanya bisa berangkat ke kampus jalan kaki dari rumahnya, kemudian menundukkan kepalanya sambil istigfar.

“Hari, kalau jalan itu lihat ke depan. Jangan lihat ke bawah, nanti kalau nabrak pagar kampus baru tahu!” seru Sidiq yang tiba-tiba sudah berada di dekat Hari dan kemudian menepuk-nepuk punggung Hari.

“Sedih nengok cewek idaman lu, digebet orang?” tanya Sidiq.

“Ah, kau Sidiq. Sukanya bikin kaget orang saja,” seru Hari.

“Udahlah, kalau sedang patah hati, bagus kita minum kopi. Ayo ikut aku, waktu kuliah masih cukup lama lagi, kan,” kata Sidiq berubah ramah.

Kalau Sidiq sudah begitu, Hari tak kuasa lagi untuk menolak. Hari pun ikut berjalan di belakang Sidiq yang menuju kantin kampus dengan pede. Sidiq ini mahasiswa dari luar Jawa, jadi kiriman dari orang tuanya sangat besar. Besar kiriman orang tua Sidiq, jika digunakan untuk hidup di Jogja, sudah dapat membuat Sidiq hidup makmur. Sidiq juga suka mentraktir teman-teman kuliahnya, tentu saja yang paling sering ditraktir adalah Hari.

Sambil berjalan mengikuti langkah Sidiq, Hari ingat Sidiq ini merupakan sabahat dekatnya. Kalau malam hari, Sidiq suka main ke rumah Hari sambil membawa makan dan minuman. Sidiq mengajak Hari ngobrol ini itu, padahal tadinya hanya akan meminjam catatan kuliah. Mau difoto kopi, begitu alasan Sidiq. Tentu saja Hari tak dapat menolak kedatangan Sidiq, walaupun akhirnya Hari harus melayani Sidiq ngobrol.

Sidiq terlalu mengandalkan kepada foto copi catatan Hari. Sementara Hari lebih banyak membaca buku literatur yang dipinjam dari perpustakaan. Namun, anehnya nilai-nilai ujian Sidiq, bagus-bagus. Bahkan terkadang nilai ujian Sidiq lebih bagus lagi dari nilai ujian Hari. Jadi, walaupun Hari sudah duduk dekat tempat duduk yang dipilih Sidiq di kantin pun, pikiran Hari masih melamun. Namun, tiba-tiba lamunan Hari hilang, saat masuk ke kantin. Hari mendengar suara gadis yang selalu dirindukannya.

‘Suara Nabilla,’ pikir Hari.

“Ada mahasiswa Kutu Buku yang mau jajan ke kantin, nih. Tapi paling-paling ditraktir sama kawannya!” seru Nabilla yang sedang duduk santai bersama Gie. Rupanya tempat duduk yang dipilih Sidiq dekat dengan tempat duduk Nabilla dan Gie.

Mendengar bulyy-an Nabilla, hati Hari langsung mengkerut. Hari tidak menyangka kalau Nabilla akan mem-bully-nya.
‘Apa salah dan dosaku,’ lamun Hari.

“Kopi saja, pagi ini. Nanti malam baru Pizza, oke, Hari?” seru Sidiq sambil mengamit tangan Hari, segera Hari diajaknya mencari tempat duduk yang jauh dari tempat duduk Nabilla dan Gie.
+++

“Gie, memang apa, sih, rahasianya Hari, kok, bisa jadi kutu buku begitu?” tanya Nabilla saat masih di jalan diantar pulang ke Kota Gede, rumahnya.

“Wah, ada yang mulai tertarik kepada Hari, nih, tampaknya?” seru Gie agak emosi.

“Cembukur, ya!” seru Nabilla saat tahu nada suara Gie agak meninggi.

“Ya, jelas, dong. Orang aku yang saat ini sedang goncengin kamu, kok, kamunya mikirin Hari!” tegas Gie.

“Berhenti!” seru Nabilla tiba-tiba.

“Turunkan aku di sini! Memang kau ini siapa? Berani-beraninya bentak Nabilla!” teriak Nabilla.
“Nabilla … maksudku—” seru Gie.

“Nggak ada maksud-maksud! Pokoknya berhenti di sini!” tegas Nabilla.

Gie pun tidak dapat menolak perintah Nabilla, apalagi motor yang mereka kendarai adalah motor Nabilla. Gie tadi hanya dijemput Nabilla di rumahnya. Begitu motor berhenti, Nabilla minta Gie untuk turun. Setelah Nabilla menyuruh Gie turun dari motornya, ditinggalkannya Gie di jalan. Sementara Nabilla naik motornya tanpa menengok Gie lagi.

Nasib buruk telah menimpa Gie. Gie memang pernah diperingatkan oleh Reza, supaya hati-hati kalau pacaran sama Nabilla. Salah bicara Gie bisa menjadi sasaran kemarahan Nabilla. Reza pernah mengalaminya dan konon sudah banyak cowok yang menjadi korban keganasan Nabilla.

Hanya saja saat Gie diberi peringatan Reza, Gie sedang panas-panasnya pedekate kepada Nabilla. Tampaknya Nabilla cukup memberi hati kepada Gie, saat Gie sering mengajak Nabilla ngobrol. Jadi nasehat Reza tidak menjadi perhatian Gie saat itu. Setelah peristiwa Gie disuruh menghentikan motor dan kemudian ditinggalkan di jalan sendirian, oleh Nabilla, Gie baru ingat pesan Reza itu.

Namun, apa daya, saat ini Gie baru merasakan akibatnya menjadi pacar Nabilla. Bisa jadi setiap pacar Nabilla akan begitu nasibnya.

“Masih juga kau bermimpi untuk mendapatkan si cantik Nabilla itu, Hari?” seru Sidiq pada suatu malam, saat Sidiq main ke rumah Hari.

Sidiq tanpa tedeng aling-aling menceritakan isu yang beredar, bahwa beberapa teman mahasiswa yang sempat dekat atau menjadi pacar Nabilla, kebanyakan mengalami kecewa berat, mereka dapat diperlakukan secara kasar oleh Nabilla dan setelah itu hubungan mereka pun putus tanpa ada sms segala. Sidiq tidak ingin Hari mengalami hal seperti itu, jika pada saatnya nanti Hari sampai pula dapat berpacaran dengan Nabilla.

“Besuk kita ujian Sidiq,” jawab Hari, tidak ingin banyak komentar mengenai Nabilla.

“Oke, Oce, kita cari nasi goreng dulu untuk makan malam ini,” kata Sidiq santai.
++

Tanpa diduga Hari, hari itu saat mau memasuki kampus, Hari melihat Sidiq naik motor bersama Nabilla. Hari terkejut melihat hal itu. Tidak dinyana, tidak diduga, Sidiq sahabat kental Hari justru mengkhianati dia. Hari teringat kata orang, berharap kepada orang lain akan kecewa. Hari pun langsung balik kanan, tidak ingin lagi masuk kuliah. Hari segera mencari masjid yang paling dekat kampus, lalu ambil wudu dan salat sunah di masjid. Saat sujud Hari berdoa kepada Allah. Setelah salat sunah, Hari berdoa lagi sambil mengangkat kedua tanggannya, lalu berzikir, berserah diri kepada Allah Ta’ala.

Hari lama duduk terpekur di dalam masjid, sampai datang waktu salat Zuhur. Hari pun salat Zuhur di situ. Selesai salat Zuhur, Hari kemudian berzikir. Namun, tiba-tiba Hari merasa ada yang mendekatinya. Setelah selesai berzikir, Hari menoleh ke arah orang yang mendekatinya. Rupanya Gie yang berada di dekat Hari.

“Bersabarlah, Hari. Berharap kepada manusia memang kecewa yang didapat. Gie tahu yang sedang Hari rasakan,” bisik Gie.

“Sebelum ini, Sidiq banyak bertanya tentang Nabilla kepada Gie. Kata Reza, Sidiq juga banyak bertanya kepadanya tentang Nabilla.

Namun, Sidiq juga mengatakan kalau Hari begitu berharap dapat menjadi pacar Nabilla,” tambah Gie.

“Boleh, biarkan Hari sendiri saat ini?” seru Hari.

“Sakit, ya, dikhianati teman dekat! Apalagi kalau nanti dikhianati Nabilla!” seru Gie jengkel.

Gie salah terima, dikira Gie, Hari tidak mau mendengar nasihatnya, seperti saat Gie mendapat nasehat dari Reza.

Padahal Hari memang sedang ingin sendiri. Hari ingin mengadu kepada Allah. Melayani Gie, bisa jadi bahkan bisa membuat Hari semakin sakit hati. Namun, Gie sudah telanjur salah sangka terhadap Hari. Hari pun hanya dapat istigfar berkali-kali.
+++

Sampai di rumah Hari segera membaringkan tubuhnya di kasur. Hari tinggal sendirian di rumah kecilnya, setelah kedua orang tuanya meninggal. Namun, baru Hari terbaring sebentar, tiba-tiba Hari bangun, kemudian Hari membanting buku buku kuliahnya. Seolah Hari tidak ingin melihat buku buku kuliahnya yang sering di foto kopi Sidiq.

Hari sungguh merasa menyesal mempunyai teman seperti Sidiq. Teman baik yang ternyata hanya di mulut saja. Tetapi ternyata hatinya adalah ular pemangsa. Namun, setelah itu Hari kemudian menyesal. Hari mengambil air wudhu dan salat lagi. Hari menyesal telah membenci Sidiq, hanya karena kalah bersaing dalam meperebutkan cinta Nabilla. Hari ingin kembali mengadu kepada Allah Ta’ala. Mata Hari memanas, suaranya menjadi parau saat dia berdoa sambil mengangkat kedua tangannya.

 

 

 

oleh: MJK, jurnalis PJMI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*mjkr/ pjmi/ wi/ nf/ 251125

Views: 15

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *