Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.
Menjelang wafatnya pada tahun 20 Hijriah di Damaskus, Bilal bin Rabah menunjukkan kebahagiaan mendalam karena akan segera bertemu kembali dengan kekasihnya, Rasulullah SAW. Di tengah sakitnya, Bilal berujar, “Besok kita akan bertemu para kekasih, Muhammad dan pengikutnya,”. Beliau wafat dengan tenang dalam kecintaan, meninggalkan teladan keimanan.
Setelah Rasulullah wafat, Bilal sangat sedih dan tidak mampu lagi mengumandangkan azan di Madinah karena kenangan bersama Nabi terlalu mendalam.
Saat istrinya meratapi kesedihan di sampingnya, Bilal justru menegur dengan lembut, *”Jangan mengeluh jangan berduka … Tetapi ‘bersuka citalah, bahagialah.’ Sebab, besok aku akan segera bertemu dengan orang-orang yang aku cintai, yakni Muhammad dan para sahabatnya.
Bilal meninggal dunia di Damaskus (Syam), Suriah, pada usia sekitar 60-an tahun (sekitar tahun 20 H / 641 M).
Husnul Khatimah: Bilal wafat dengan tenang, berwajah berseri, dan terus menyebut Allah dan nama Rasulullah di saat-saat terakhirnya
Kisah jelang wafatnya Bilal bin Rabah menjadi salah satu bukti kecintaan tertinggi seorang sahabat kepada Rasulullah SAW, di mana kematian tidak ditakuti, melainkan disambut sebagai perjumpaan yang dirindukan.
Muga bisa mentauladani bilal yang selalu cinta dan taat kepada Rasulullah SAW. InsyaAllah dengan bershalawat syafaat akan menghampiri
Allah menegaskan :
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
وعن ابن مسْعُودٍ أنَّ رسُول اللَّهِ ﷺ قَالَ: أَوْلى النَّاسِ بِي يوْمَ الْقِيامةِ أَكْثَرُهُم عَليَّ صَلاَةً رواه الترمذي
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda ;
“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku. (HR Tirmidzi)
*anwi/ wi/ nf/ 040426
Views: 37





















