WARTAIDAMAN.com
Dr. H.M.Suaidi,M.Ag.
Shibghah (صبغة) adalah tathiir (pensucian) setiap anak yang lahir dalam kondisi suci .juga dijelaskan tentang صبغة الله pada Surat al babaqarah ayat 183
صِبْغَةَ اللّٰهِۚ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ صِبْغَةًۖ وَّنَحْنُ لَهٗ عٰبِدُوْنَ .
(Peliharalah) sibghah Allah. Siapa yang lebih baik sibghahnya daripada Allah? Hanya kepada-Nya kami menyembah.
Keberagamaan dan keimanan seperti yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim itu merupakan shibgah atau celupan Allah. Siapa yang lebih baik sibgah-nya daripada Allah? Tentu tidak ada. Dan kepada-Nya kami menyembah. Kata “celupan” pada ayat ini mengandung arti keimanan kepada Allah yang tidak disertai kemusyrikan sedikit pun. Makna ini ditegaskan oleh perkataan “dan hanya kepada-Nyalah, bukan kepada yang lain, kami menyembah.” Ini juga mengindikasikan bahwa keberagamaan kita harus bersifat total sehingga seluruh totalitas kita terwarnai oleh celupan agama Allah itu.
Perumpamaan mudah Shibghah Allah adalah seperti kain dan celupan warna dalam pewarnaan sebuah kain. Untuk mendapatkan warna yang sempurna kain harus dimasukkan ke dalam celupan secara keseluruhan, tidak separuh-separuh. Dan celupannyapun harus benar-benar sesuai dengan warna yang kita inginkan. Dengan demikian setelah kain dikeluarkan dari celupan hasilnya akan benar-benar sempurna. Warnanya tampak jelas, persis seperti celupannya, tidak belang-belang, setengah berwarna setengah tidak.
Shibghoh Allah adalah الدين (dien)، komitmen totalitas hidup, ritual maupun non ritual kepada Allah swt, Sang Pencipta. Komitmen yang akan mewarnai hidup kita dengan ajaranNya. Tidak cukup hanya dengan iman di dalam hati tapi juga harus tampak dari luar. Itulah Islam yang kaffah, yang tidak setengah-setengah, tidak tebang pilih ayat yang sesuai nafsu dan keinginan.
والله اعلم
*aw/ pjmi/ wi/ nf/ 060325
Views: 59








