Beranda / SYIAR HIJRAH / PROAKTIF: MENCIPTAKAN STIMULUS BARU SEBAGAI SOLUSI ATAS MASALAH, NASIB, DAN TAKDIR ANDA

PROAKTIF: MENCIPTAKAN STIMULUS BARU SEBAGAI SOLUSI ATAS MASALAH, NASIB, DAN TAKDIR ANDA

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

Oleh: Amir Kumadin

 

 

Dalam tulisan sebelumnya, saya sudah beberkan tentang *”ridho sebagai solusi awal dalam menghadapi setiap masalah”*. Tulisan ini dimaksudkan untuk menguatkan dan melanjutkan gagasan tersebut.

Perlu diingat kembali, bahwa ridho secara definitif merupakan sebuah “SIKAP MENTAL” untuk menerima realitas apa adanya. Yakni, menerima tanpa syarat secara aktif
(active unconditional acceptance) terhadap realitas yang dihadapi dengan ikhlash, tenang, dan senang hati. Dengan kata lain, bahwa ridho berarti melepaskan perlawanan (resistance) terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah, baik yang menyenangkan maupun yang tidak, sebagai manifestasi takdir-Nya.

Dalam menghadapi setiap masalah, ridho bukan satu-satunya solusi awal. Ada banyak sikap lain yang dibutuhkan, yang harus menyertainya, seperti sabar, syukur, tabah, tawakkal, doa, dan termasuk apa yang disebut dengan *”proaktif”*.

*Proaktif adalah kemampuan untuk memilih respons terhadap rangsangan (stimulus) apapun yang masuk, dan pada saat yang berbarengan, mampu menciptakan stimulus baru sebagai manifestasi solusi masalah yang dihadapi*.

Intinya, jika Anda menemui suatu masalah atau ada kejadian yang menimpa Anda, maka yang dibutuhkan bukan hanya bagaimana Anda mengelola, mengontrol, dan mengemudikan setiap respons, tetapi juga, bagaimana Anda mampu menciptakan stimulus baru agar Anda bisa keluar dari masalah yang Anda hadapi.

Kunci fundamental dalam menciptakan stimulus baru, terletak pada satu pertanyaan sederhana namun mendasar, yakni pertanyaan *apa (what)*.

Apa yang harus saya lakukan dalam situasi kondisi seperti ini, dalam kejadian ini? Apa yang bisa saya perbuat terhadap apa yang menimpa diri saya ini?

Jika Anda menemukan masalah, musibah, atau kejadian yang tidak diharapkan, lalu Anda mengajukan pertanyaan *APA*, maka Anda akan berpikir realistis, bersikap ridho dan proaktif, dan pada saat berbarengan, otak Anda akan segera bekerja mencari alternatif solusi yang paling mungkin dilakukan.

Dari sinilah ide-ide kreatif akan mengalir dari pikiran Anda. Dan jika ide-ide tersebut dibumikan dan diaplikasikan secara konsisten, maka Anda akan bisa mengatasi masalah atau musibah yang menerpa Anda.

Contoh, Anda menanak nasi, setelah nasi matang, ternyata nasinya seperti bubur (tentu salah satunya karena kebanyakan air).

Solusinya, *pertama* Anda harus ridho atas kejadian yang sudah terjadi. Apa yang sudah terjadi, ya terjadilah sebagai suatu keharusan sejarah. Terima apa adanya, akui hal itu sebagai akibat dari kesalahan dan keteledoran dirinya sendiri. Anda harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi dengan diri Anda, tidak mengkambinghitamkan sesuatu atau orang lain. Anda harus sadar dan berpikir bahwa dibalik setiap kejadian (takdir) ada hukum sebab akibat yang berlaku, dan pada akhirnya Anda harus mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian yang menerpa Anda itu.

*Kedua*, Anda mesti bertanya, *”Apa yang bisa saya lakukan?”* Jawaban dari pertanyaan itu, bisa sangat kreatif. Anda bisa membikin kaldu, mencari kecap, daging ayam sewir, daun seledri, kacang kedelai, kriuk, dan kerupuk. Maka, nasi yang semula gagal, berubah menjadi bubur ayam yang sangat lezat.

Contoh lagi, ketika Anda jatuh sakit. Solusinya, *pertama* Anda harus ridho atas kejadian itu. Apa yang sudah terjadi, ya terjadilah sebagai suatu keharusan sejarah. Terima apa adanya, akui hal itu sebagai akibat dari kesalahan dan keteledoran dirinya sendiri. Anda harus bertanggungjawab atas apa tang terjadi dengan diri Anda, tidak mengkambinghitamkan sesuatu atau orang lain. Anda harus sadar dan berpikir bahwa dibalik setiap kejadian (takdir) ada hukum sebab akibat yang berlaku, dan pada akhirnya Anda harus mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian yang menerpa Anda itu.

*Kedua*, Anda mesti bertanya, “Apa yang harus saya lakukan?” Jawaban dari pertanyaan itu bisa berupa, Anda harus lebih banyak mendekatkan diri kepada Allooh ‘Azza wa Jalla, memperbanyak beristighfar dan berdzikir kepada-Nya. Anda harus berbuat kebaikan kepada siapapun dan apapun yang Anda mampu dan jangkau. Anda harus berobat ke rumah sakit atau rumah sehat, menerapkan pola hidup dan makan sehat, bersedekah, dll. Lakukan semua itu secara konsisten.

Masih banyak contoh lain yang Anda alami, baik kejadian, peristiwa maupun ujian dalam kehidupan sehari-hari.

Sekali lagi, dalam menghadapi realitas yang terjadi, yang menimpa Anda, *Anda tidak hanya dituntut untuk memilih respons (sikap) yang benar, tapi juga untuk menciptakan stimulus positif yang baru guna merubah keadaan, nasib dan atau takdir Anda di kemudian hari*.

Sebagai catatan penting, dimana Universitas Stanford dalam risetnya menemukan sebuah bukti dan fakta, bahwa kesuksesan itu ditentukan oleh 87,5% sikap (attitude) dan hanya 12,5% ditentukan oleh faktor lain termasuk kemampuan akademik seseorang. Temuan ini menegaskan bahwa, betapa fundamentalnya apa yang disebut dengan *SIKAP* yang benar dalam menghadapi setiap masalah kehidupan.

Maka, setelah melakukan dan memilih sikap yang benar, langkah berikutnya adalah Anda menjadi proaktif, menciptakan stimulus baru sebagai jalan perubahan.

Agar lebih gamblang dan terasa lebih nendang lagi, Anda bisa membaca kembali tulisan saya yang berjudul, *”Teknik Merubah Rahmat Menjadi Berkah…!!!”*

 

 

 

 

 

*phofmu/ wi/ nf/ 030226

Views: 53

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 57
  • 51
  • 215
  • 91
  • 8,499
  • 21,285
  • 169,324
  • 254,953
  • 150,642
  • 53
  • 4,765
  • 270