Beranda / SYIAR HIJRAH / Shalat Itu Mi’raj Orang Beriman

Shalat Itu Mi’raj Orang Beriman

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Dr. H.M.Suaidi,M.Ag

 

Shalat adalah jalur cepat bagi muslim untuk bertemu dengan Penciptanya saat masih di dunia. Sehingga ada istilah:

الصَّلاَةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِيْنَ

Shalat itu adalah mikraj bagi orang-orang yang beriman.
Dalam hadis:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Keadaan paling dekat seorang hamba dari Rabb-nya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya).

Satu-satunya ibadah yang perintahnya di langit

Perintahnya di langit, yang menunjukkan ketinggian dari nilai shalat itu sendiri

Amalan yang menentukan karena menjadi amalan yang pertama dihisab.

Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.(At-Tirmidzi, ia mengatakan hadis ini hasan).

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa sholat yang sempurna bukan hanya sekadar memenuhi rukun dan syarat sah secara fisik, tetapi juga mencapai kekhusyukan dan kehadiran hati sepenuhnya di hadapan Allah SWT. Imam Al-Ghazali mengidentifikasi tujuh tingkatan sholat, di mana tingkat tertinggi adalah sholat orang yang hatinya tenggelam dalam keagungan Alla

Kunci untuk mencapai sholat yang sempurna menurut beliau meliputi:

Kehadiran Hati (Hudhur al-Qalb): Ini adalah inti dari sholat yang sempurna, yaitu kesadaran penuh bahwa seseorang sedang berdiri dan berbicara di hadapan Allah SWT. Hati harus hadir dan tidak lalai (lupa).

Pemahaman (Tafahhum): Memahami makna dari setiap bacaan, gerakan, dan zikir dalam sholat, bukan sekadar melafalkannya tanpa arti.

Pengagungan (Ta’dzim) dan Pengagungan (Haibah): Merasakan keagungan Allah dan diliputi rasa takut (haibah) serta gentar akan kebesaran-Nya.

Harapan (Raja’): Memiliki harapan besar akan rahmat, ampunan, dan pahala dari Allah SWT melalui sholat yang dilakukan.

Malu (Haya’): Merasakan rasa malu karena menyadari kekurangan diri dan ibadah yang mungkin tidak sempurna di hadapan kesempurnaan Allah.

Mengendalikan Panca Indra: Menundukkan pandangan dan menjaga pendengaran dari godaan yang dapat mengacaukan pikiran selama sholat. Berlatih sholat di tempat yang minim gangguan (misalnya, di dekat dinding atau di tempat yang sepi) dapat membantu bagi pemula.

Singkatnya, sholat yang sempurna menurut Imam Al-Ghazali adalah sholat yang dilakukan dengan jiwa dan raga yang sepenuhnya terhubung dengan Allah, mencapai puncak kekhusyukan dan penghayatan spiritual. Tanpa kehadiran hati, sholat dianggap seperti jasad tanpa ruh.

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 050125

Views: 57

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 1
  • 56
  • 50
  • 215
  • 91
  • 8,498
  • 21,284
  • 169,323
  • 254,952
  • 150,641
  • 57
  • 4,765
  • 270