DR.H.M.Suaidi M.Ag.
Ummu Mahjan seorang sahabiyah (sahabat wanita Nabi Muhammad SAW) yang mulia, terkenal karena tugasnya membersihkan dan menyapu Masjid Nabawi dengan penuh keikhlasan, menjadikannya teladan tentang amal kecil yang bernilai besar di sisi Allah dan sangat dihormati oleh Rasulullah SAW, bahkan setelah wafatnya. Ia adalah seorang wanita tua, lemah, dan miskin, namun dedikasinya dalam merawat rumah Allah membuatnya mendapatkan kemuliaan yang luar biasa, termasuk disalatkan secara gaib oleh Rasulullah.
Penghormatan Rasulullah: Ketika ia wafat, Rasulullah SAW sangat menghormatinya. Beliau marah karena tidak diberitahu dan meminta para sahabat menunjukkan makamnya, kemudian beliau mengimami salat gaib untuknya.
Ia Bukan Ahli Ibadah yang Terkenal, Tapi Rasulullah Memperhatikannya.
Setiap hari, saat orang-orang datang dan pergi, ia hadir lebih awal. Dengan pakaian sederhana dan tangan yang kasar, ia menyapu lantai masjid, mengangkat kotoran, membersihkan tempat sujud kaum muslimin.
Tak banyak yang memperhatikannya. Namun, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikannya.
Karena di sisi Allah, amat kecil yang ikhlas lebih mulia daripada amal besar yang penuh riya’. Dan siapa saja yang memuliakan rumah Allah, Allah akan memuliakannya di langit dan di bumi.
(HR Bukhari no. 458 )
حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ حَرۡبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ، عَنۡ ثَابِتٍ، عَنۡ أَبِي رَافِعٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ رَجُلًا أَسۡوَدَ، أَوِ امۡرَأَةً سَوۡدَاءَ، كَانَ يَقُمُّ الۡمَسۡجِدَ، فَمَاتَ، فَسَأَلَ النَّبِيُّ ﷺ عَنۡهُ، فَقَالُوا: مَاتَ، قَالَ: (أَفَلَا كُنۡتُمۡ آذَنۡتُمُونِي بِهِ؟ دُلُّونِي عَلَى قَبۡرِهِ)، أَوۡ قَالَ: (قَبۡرِهَا). فَأَتَى قَبۡرَهَا فَصَلَّى عَلَيۡهَا. [الحديث ٤٥٨ – طرفاه في: ٤٦٠، ١٣٣٧].
Muga bermanfaat.
*anwi/ wi/ nf/ 280127
Views: 62



























