Beranda / SYIAR HIJRAH / Waspada Istidraj (استدرج) tertuju bagi orang ahli maksiat dan tidak ta’at tapi rizki lancar

Waspada Istidraj (استدرج) tertuju bagi orang ahli maksiat dan tidak ta’at tapi rizki lancar

 
WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.

 

Istidraj adalah jebakan berupa limpahan nikmat, rezeki lancar, atau kesuksesan duniawi yang diberikan Allah kepada seseorang meskipun ia terus bermaksiat dan jauh dari ketaatan. Ini adalah ujian berbahaya karena membuat seseorang lalai, sombong, dan merasa aman dari siksa, padahal itu adalah penundaan azab yang berujung pada kebinasaan perlahan.

Istidraj itu berasal dari إستدرج- يستدرج- إستدراجا yang berakar kata dari درج (daraja) yang secara bahasa berarti tangga, meningkat, sedikit demi sedikit, tahap demi tahap, ataupun perlahan-lahan. Sedangkan secara istilah istidraj berarti kenikmatan materi yang diberikan kepada seseorang yang secara lahir semakin bertambah, tetapi kenikmatan yang bersifat batin semakin dikurangi atau dicabut, sementara ia tidak menyadarinya”

Dalam Al-Qur’an Allah mengingatkan:

 وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ، وَاُمْلِيْ لَهُمْۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh (QS Al-Araf : 182-183).

Rasulullah saw bersabda :

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: إِذَا رَأَيْتَ اللّٰهَ يُعْطِى الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ. ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللّٰهِ صلى الله عليه وسلم (فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ 

Dari Uqbah ibn Amir dari Nabi saw, beliau bersabda: Jika kamu melihat Allah memberikan kemewahan dunia kepada hamba-Nya yang suka melanggar perintah-Nya, maka itulah yang disebut istidraj. Kemudian beliau membaca firman Allah surat al-An`am ayat 44: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.(HR. Ahmad).

Pelaku istidraj merasa bahwa kemewahannya adalah tanda kasih sayang Allah, padahal sesungguhnya itu adalah tipu daya.

Segera bertaubat, meningkatkan ketaatan, bersyukur atas nikmat sekecil apapun, dan memohon perlindungan dari tipu daya Allah. 

Istidraj pada hakikatnya adalah penundaan hukuman. Allah membiarkan manusia menikmati dunianya agar dosanya bertumpuk, hingga akhirnya disiksa tiba-tiba.

والله اعلم

 

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 260326

Views: 57

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 68
  • 55
  • 215
  • 91
  • 8,510
  • 21,296
  • 169,335
  • 254,964
  • 150,646
  • 57
  • 4,767
  • 270