Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.
Tipu daya dunia merujuk pada godaan dan kesenangan duniawi yang bersifat sementara, menipu manusia agar lupa pada tujuan hidup yang hakiki (akhirat), membuatnya terjerumus pada kesia-siaan, kelalaian, dan maksiat, padahal dunia seharusnya menjadi alat ujian dan bekal untuk akhirat, bukan tujuan utama. Ini mencakup kenikmatan harta, kekuasaan, dan kesenangan yang bisa menjadi fitnah jika tidak disikapi dengan keimanan dan kesadaran bahwa dunia hanya sementara dan fana.
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (QS. Al-Hadîd:20)
Harta segalanya, hati dan harga diri hilang!
Di tengah hiruk pikuk kota modern, manusia berjalan dengan pandangan tertuju pada harta, uang kertas, dan layar yang menampilkan kekayaan. Harta dan Uang telah menjadi segalanya. Mereka berlomba, tanpa henti mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, seakan kehidupan hanya diukur dari saldo rekening dan kemewahan yang bisa dipamerkan.
Namun, di balik gemerlap itu, harga diri dan moral yang perlahan memudar. Etika, kejujuran, dan empati mulai terpinggirkan. Persahabatan diuji oleh ambisi, keluarga terkoyak oleh obsesi; dan hati manusia, yang sebenarnya menuntun pada kebaikan, tersesat dalam labirin keserakahan.
Lebih memilukan lagi, banyak yang melupakan satu hal yang paling esensial: kehidupan setelah kematian. Mereka sibuk mengejar dunia fana ini, seakan masa depan abadi hanyalah mitos belaka. Lupa bahwa setiap tindakan meninggalkan jejak, setiap keputusan membentuk nasib, dan setiap niat menyimpan konsekuensi yang tak terlihat.
Di langit yang sama, diam-diam, waktu terus berjalan. Orang-orang yang mengejar kekayaan tanpa batas sering baru sadar ketika kesepian menyelimuti jiwa mereka, ketika harta tak mampu memberi kedamaian, dan ketika penyesalan datang terlalu lambat.
Ini adalah peringatan: dunia memang menawarkan gemerlap, tapi harga diri, integritas, dan kesadaran spiritual adalah harta yang jauh lebih berharga–harta yang menuntun manusia pada kehidupan yang hakiki, bukan sekedar hidup yang dipenuhi angka di rekening.
Jika manusia mampu menengok ke dalam, memahami bahwa harta dan uang hanyalah alat, dan bahwa kehidupan abadi menunggu di balik kematian, mungkin dunia akan menemukan keseimbangan yang hilang. Sebab, tanpa kesadaran itu, manusia akan terus menjadi budak gemerlap dunia, mengorbankan diri, harga diri, moral, dan masa depan abadi demi sebutir harta fana.
والله اعلم
*anwi/ wi/ nf/ 141225
Views: 78





















