Beranda / SYIAR HIJRAH / Ziarah ke Masjidil Aqsa Tanda Kedalaman Iman

Ziarah ke Masjidil Aqsa Tanda Kedalaman Iman

Gambar: Masjidil Aqsa (Zaman Arabic)
Gambar insert: Ali Farkhan Tsani

 

 
WARTAIDAMAN.com   

 

 

Oleh Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional

 

DI ANTARA hamparan bumi yang luas, terdapat sebidang tanah yang disucikan (Ardhul Muqaddasah), yaitu Baitul Maqdis, di wilayah Palestina. Allah menyebutnya di dalam Al-Quran:

يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ

Artinya: “Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Baitul Maqdis) yang telah Allah tentukan bagimu dan janganlah berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang-orang yang rugi.” (Q.S Al-Maidah [5] 21).

Baitul Maqdis juga bukan sekadar wilayah geografis, tapi ia adalah tanah yang diberkahi, tempat bersemayamnya sejarah para Nabi dan Rasul utusan Allah.

Baitul Maqdis juga menjadi saksi bisu perjalanan suci Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Sebagaimana Allah abadikan di dalam kalam suci-Nya:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya: “Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q.S. Al-Isra [17]: 1).

Ayat ini bukan sekadar narasi perjalanan, melainkan penegasan akan kemuliaan Masjidil Aqsa dan wilayah Baitul Maqdis dan sekitarnya. Tanah ini telah diberkahi, menjadi tempat pijakan para nabi, sejak Nabi Adam ‘Alaihis Salam, hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam , sekaligus menjadi pusat peradaban spiritual umat manusia.

Kita pun sebagai umat Islam, pelanjut risalah Nabi, sangat dianjurkan untuk berziarah ke Masjidil Aqsa. Seperti disebutkan di dalam hadits:

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِي هَذَا وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

Artinya: “Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan jauh, kecuali ke tiga masjid: Masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjidil Haram, dan Masjidil Aqsa.” (H.R. Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

Berziarah atau berkunjung ke suatu tempat itu adalah karena daerah yang akan kita kunjungi memiliki keutamaan atau hal yang menarik. Baik secara fisik untuk dilihat, atau secara nonfisik untuk dirasakan sensasinya atau pengalaman batinnya (spiritual).

Dari sekian tempat yang ada, secara syar’i yang sangat dianjurkan untuk dikunjungi adalah ziarah ke Masjidil Aqsa. Di samping karena itu masjid, juga karena berbagai keutamaan di dalamnya.

Karenanya, kunjungan ke Masjidil Aqsa itu bukanlah kunjungan biasa, tapi juga ziarah mengunjungi  saudara-saudara kita yang telah berjuang langsung di medan perjuangan.

Ada perhatian atau tidak dari umat, mereka para murabithun, orang-orang yang menjaga, tetap saja berjuang. Putra-putra terbaik Palestina terus mengukir nama di barisan para syuhada.

Maka, Masjidil Aqsa adalah bagian yang berharga dari umat Islam dan komponen penting yang tidak dapat dipisahkan dari iman.

Menjadi keinginan iman terdalam kita umat Islam, untuk shalat berjamaah bersama kaum Muslimin di Masjidil Aqsa, di negeri para Nabi, wilayah penuh berkah.

Orang-orang Yahudi saja secara berkala berkunjung ke kompleks Masjidil Aqsa dengan klaim ritual Talmud di Tembok Ratapan, di samping Masjidil Aqsa. Itu klaim keyakinan mereka.

Maka, kita perlu terus menganjurkan dan menggerakkan kaum muslimin untuk berkunjung ke Masjidil Aqsa. Agar bisa mendengar dan melihat secara langsung perjuangan nyata di sana.

Begitulah Allah memberkahi sekeliling Masjidil Aqsa, dan tentu memberkahi orang-orang di sekitarnya yang beriman, dan mereka yang mengunjunginya.

Ya, memprogramkan berziarah ke Masjidil Aqsa menjadi salah satu kedalaman dan kekuatan iman. []

 

 

 

 

 

*alfats/ pjmi/ wi/ nf/ 

Views: 62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 64
  • 54
  • 215
  • 91
  • 8,506
  • 21,292
  • 169,331
  • 254,960
  • 150,645
  • 62
  • 4,765
  • 270