Beranda / SEMESTA / Azis Khafia: Fahmi Tamami Milad ke-19, Sinergi Seni dan Dakwah di Tengah Arus Hoaks

Azis Khafia: Fahmi Tamami Milad ke-19, Sinergi Seni dan Dakwah di Tengah Arus Hoaks

DEPOK – Gelaran akbar Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Mushola se-Indonesia (Fahmi Tamami) kembali menjadi magnet perhatian umat. Bertempat di Soneta Record ,Depok pada Ahad (20/9/2026), acara ini mengusung makna ganda yang istimewa: perayaan milad ke-19 organisasi takmir masjid sekaligus ulang tahun ke-80 sang legenda dangdut dan dakwah, Rhoma Irama. Kehadiran tokoh-tokoh nasional seperti Gus Muwafiq, Gus Abas, Kiai Imadudin Al Bantani, Kiai Abu Hanifah, serta Walikota Depok dan perwakilan Kementerian Agama RI menegaskan posisi strategis forum ini sebagai barometer kebangkitan peran masjid di era kontemporer, ungkap Azis Khafia .

Masjid sebagai Penguat Signal Keimanan

Dalam testimoni yang menyentuh hati, Gus Muwafiq menekankan fungsi fundamental masjid di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. “Masjid adalah tempat penguatan signal keimanan,” ujarnya metaforis. Ia juga mengapresiasi sosok Rhoma Irama yang dinilai telah memberikan manfaat luar biasa bagi umat. Melalui lagu-lagu ciptaannya, Rhoma tidak hanya menghibur tetapi juga membuka jalan rezeki bagi banyak orang, membuktikan bahwa seni dan ibadah dapat berjalan beriringan tanpa saling menegasikan.

Dakwah Satria Bergitar: Melawan Hoaks dengan Inspirasi

Azis Khafia,menyoroti relevansi Fahmi Tamami di usia ke-19. Di tengah situasi umat yang kerap dilanda hoaks, informasi keagamaan yang memecah belah, dan perdebatan tidak produktif, keberadaan forum takmir masjid diharapkan tampil sebagai pencerah dan solusi nyata. “Agar umat memakmurkan masjid dan masjid memakmurkan umat,” tegas Azis, mengingatkan bahwa masjid harus kembali menjadi pusat peradaban, bukan sekadar tempat singgah ritual.

Lebih jauh, Azis meluruskan persepsi publik terhadap Rhoma Irama. Bagi Azis, Rhoma bukan sekadar musisi atau penyanyi, melainkan seorang mujahid dakwah yang syair-syair lagunya sarat akan nasihat dan inspirasi. Di usianya yang ke-80, Rhoma masih menunjukkan produktivitas dan semangat menebarkan kebaikan yang tak kenal lelah. Ia adalah legenda Indonesia yang memadukan talenta seni tinggi dengan ghirah (semangat) dakwah Islam yang khas, menjadi model harmonisasi seni dan agama yang diakui tidak hanya di Nusantara, tetapi juga di Asia.

BACA JUGA: [CEK FAKTA] Viral Larangan Tampung Air Hujan Akibat Cloud Seeding, BMKG: Itu Hoaks!

Sinergi Tokoh untuk Peradaban Umat

Perayaan milad ganda ini bukan sekadar nostalgia, melainkan refleksi kolektif tentang arah pergerakan umat. Kolaborasi antara ulama, umara, seniman, dan aktivis masjid dalam satu panggung mengirimkan pesan kuat: bahwa kekuatan umat terletak pada persatuan dan sinergi lintas sektor. Rhoma Irama dengan “Jalan Dakwah Satria Bergitar”-nya telah membuktikan bahwa dakwah bisa masuk melalui pintu seni, sementara Fahmi Tamami memastikan bahwa pintu masjid tetap terbuka lebar sebagai rumah bersama bagi seluruh lapisan masyarakat.

Di usia senja namun jiwa yang tetap muda, Rhoma Irama dan Fahmi Tamami menjadi pengingat bahwa kontribusi untuk umat tidak mengenal batas usia. Keduanya terus menyalakan obor keberagaman dan kedamaian, menjawab tantangan zaman dengan cara yang unik, autentik, dan penuh kasih sayang.

*****

*anwi/ wi/ nf/ 200926

Views: 4

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 5
  • 368
  • 308
  • 288
  • 222
  • 1,308
  • 13,642
  • 77,185
  • 77,185
  • 152,628
  • 4
  • 4,858
  • 270