Dailami Firdaus: AI harus menjadi alat untuk memperkuat daya pikir

WARTA IDAMAN

BEKASI — Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA) Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M., M.B.A. mengingatkan 1.429 mahasiswa baru UIA agar tidak menyerahkan kemampuan berpikir kepada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, AI harus menjadi alat untuk memperkuat daya pikir, bukan menggantikan peran manusia dalam menilai kebenaran, ketepatan, etika, dan manfaat sebuah gagasan.
“Gunakan AI sebagai alat untuk memperkuat kemampuan berpikir, bukan untuk menggantikan kita berpikir,” tegas Dailami saat memberikan keynote speech pada Kuliah Perdana Tahun Akademik 2026/2027 UIA di Graha Alawiyah, Kampus 2 UIA, Jl. Raya Jatiwaringin No. 12, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtu (19/9/2026).Peringatan tersebut disampaikan di tengah tema kuliah perdana UIA, “The Future of Entrepreneurship with AI”, yang secara khusus mengangkat peluang dan tantangan pemanfaatan AI dalam dunia kewirausahaan.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- Hikmah ke-3 Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu Athaillah al-Sakandari
- Salat dari Sisi Hakikat, Syariat, dan Tarekat
- 5 Tips Konsisten Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari agar Tetap Istiqomah
- Kajian Kitab Al-Hikam #2
- Ketum Al Washliyah: Teladani Kepemimpinan Amanah dan Keadilan Ekonomi Rasulullah
- Amal sedikit penuh kesadaran Ilahi lebih baik dari pada banyak amal dengan kesombongan diri
Dailami menegaskan, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, manusia tetap menjadi pihak yang menentukan nilai dari sebuah ide maupun jawaban yang dihasilkan AI. Karena itu, mahasiswa harus tetap memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menguji setiap informasi yang diperoleh dari teknologi.
“Manusialah yang menentukan nilai dari ide tersebut. Manusia tetap harus berpikir kritis untuk menentukan apakah jawaban itu benar, tepat, etis dan bermanfaat,” ujarnya.Kuliah perdana tersebut sekaligus menjadi momentum bagi UIA memperkenalkan berbagai peluang pengembangan kompetensi mahasiswa melalui jejaring kerja sama dengan dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan.
Dailami mengatakan, UIA terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak. Ia berharap kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata.
>>> ke Halaman 2
Baca Juga di WARTA IDAMAN (2)
- Al Washliyah Gelar Seminar Internasional Haji dan Umroh Didahului Pelantikan Pimpinan UNIVA Medan
- Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
- 15 Negara Hadir di IICF 5th, 3.500 Penari Siap Guncang Ancol dengan Semarak Jali-Jali
- FFP Universitas Paramadina Bawa Perspektif Lintas Disiplin ke Malaysia, Bekali Calon Mutawwif Hadapi Tantangan Global
- Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI
- Mentan Amran di Muktamar V Wahdah Islamiyah: Indonesia Swasembada Pangan, Ekspor Beras Hingga ASEAN dan 10 Ribu Ton ke Palestina
- Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Arab Saudi 2027, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Views: 0

















