
WARTA IDAMAN

Di sebuah sudut kota yang jarang tersentuh gemerlap lampu malam, hiduplah seorang wanita paruh baya bernama Rahma. Setiap hari, sebelum fajar berani menampakkan dirinya, Rahma sudah terjaga. Tangannya yang mulai keriput dengan cekatan menyiapkan adonan kue tradisional untuk dijajakan di pasar induk. Bagi Rahma, lelah bukan lagi musuh, melainkan kawan setia yang selalu menemani langkah kakinya.
Sejak suaminya wafat beberapa tahun lalu, Rahma menjadi tulang punggung tunggal untuk menyekolahkan putri kecilnya, Nadia. Penghasilannya dari menjual kue tidaklah seberapa, sering kali hanya cukup untuk makan sehari-hari dan menyisihkan sedikit uang kas sekolah. Namun, di tengah impitan ekonomi yang kian menjepit, satu hal yang tidak pernah luntur dari wajah Rahma adalah senyuman keikhlasan. Suatu hari, ujian berat menimpa mereka.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- Tiga Tingkatan Himmah (Keinginan) pada Diri Manusia
- Ummu Syarik: Kebaikan Tidak Harus Menunggu Banyak Dukungan
- Hikmah ke-4 Kitab Al-Hikam tentang Tawakal dan Ketenangan Jiwa
- Ketika Suara Ranting Menjadi Ancaman: Belajar dari Kematian Seekor Rusa
- Jangan Simpan Kebaikan Hanya untuk Diri Sendiri
- Tips Tetap Istiqamah: Cara Menjaga Konsistensi Hijrah Sehari-hari
Mendekati ujian akhir semester Nadia, modal usaha Rahma habis karena ia harus mengobati tetangganya yang sebatang kara dan mendadak jatuh sakit. Rahma tidak berpikir panjang saat memberikan uang simpanannya. Di pikirannya hanya ada satu petuah ibunya dahulu: “Tolonglah manusia di bumi, maka yang di langit akan menolongmu.”
Malam itu, di ujung kelelahan yang teramat sangat setelah seharian mencari pinjaman modal namun nihil, Rahma bersujud di atas sajadah usangnya. Air matanya luruh. Tubuhnya bergetar menahan beban yang teramat berat. Ia tidak meminta kekayaan mendadak, ia hanya berbisik lirik, menyerahkan seluruh hasil lelahnya hari itu kepada Sang Pencipta. Ada kedamaian yang aneh merayap di hatinya—sebuah kepasrahan total, keikhlasan yang menembus batas logika manusia.
>>> ke Halaman 2
Baca Juga di WARTA IDAMAN (2)
- Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Keras Serangan terhadap Bandara Riyadh, Desak Perlindungan Jamaah Umrah dan WNI
- Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman, Kemenhaj Imbau Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Situasi Timur Tengah
- Terima Kunjungan Dubes Yordania, Menhaj Bahas Peluang Wisata Jemaah Haji dan Umrah Indonesia
- UEA-Indonesia Perkuat Kemitraan Peradaban untuk Perdamaian dan Masa Depan
- Bekali Calon Mahasiswa ke Maroko, Kemenag Tekankan Integritas, Adaptasi, dan Semangat Membawa Nama Indonesia
- Al Washliyah Terima Tamu Palestina: Tegaskan Solidaritas dan Dukungan
- Presiden: Tekan Beban Jemaah Haji, Tata Kelola Keuangan Haji Diaudit
Views: 6






















