
WARTA IDAMAN

Di sebuah sudut kota yang jarang tersentuh gemerlap lampu malam, hiduplah seorang wanita paruh baya bernama Rahma. Setiap hari, sebelum fajar berani menampakkan dirinya, Rahma sudah terjaga. Tangannya yang mulai keriput dengan cekatan menyiapkan adonan kue tradisional untuk dijajakan di pasar induk. Bagi Rahma, lelah bukan lagi musuh, melainkan kawan setia yang selalu menemani langkah kakinya.
Sejak suaminya wafat beberapa tahun lalu, Rahma menjadi tulang punggung tunggal untuk menyekolahkan putri kecilnya, Nadia. Penghasilannya dari menjual kue tidaklah seberapa, sering kali hanya cukup untuk makan sehari-hari dan menyisihkan sedikit uang kas sekolah. Namun, di tengah impitan ekonomi yang kian menjepit, satu hal yang tidak pernah luntur dari wajah Rahma adalah senyuman keikhlasan. Suatu hari, ujian berat menimpa mereka.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- Menjemput Cahaya di Ujung Lelah: Kisah Keikhlasan yang Menembus Langit
- Hikmah ke-3 Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu Athaillah al-Sakandari
- Salat dari Sisi Hakikat, Syariat, dan Tarekat
- 5 Tips Konsisten Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari agar Tetap Istiqomah
- Kajian Kitab Al-Hikam #2
- Ketum Al Washliyah: Teladani Kepemimpinan Amanah dan Keadilan Ekonomi Rasulullah
Mendekati ujian akhir semester Nadia, modal usaha Rahma habis karena ia harus mengobati tetangganya yang sebatang kara dan mendadak jatuh sakit. Rahma tidak berpikir panjang saat memberikan uang simpanannya. Di pikirannya hanya ada satu petuah ibunya dahulu: “Tolonglah manusia di bumi, maka yang di langit akan menolongmu.”
Malam itu, di ujung kelelahan yang teramat sangat setelah seharian mencari pinjaman modal namun nihil, Rahma bersujud di atas sajadah usangnya. Air matanya luruh. Tubuhnya bergetar menahan beban yang teramat berat. Ia tidak meminta kekayaan mendadak, ia hanya berbisik lirik, menyerahkan seluruh hasil lelahnya hari itu kepada Sang Pencipta. Ada kedamaian yang aneh merayap di hatinya—sebuah kepasrahan total, keikhlasan yang menembus batas logika manusia.
>>> ke Halaman 2
Baca Juga di WARTA IDAMAN (2)
- Al Washliyah Gelar Seminar Internasional Haji dan Umroh Didahului Pelantikan Pimpinan UNIVA Medan
- Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
- 15 Negara Hadir di IICF 5th, 3.500 Penari Siap Guncang Ancol dengan Semarak Jali-Jali
- FFP Universitas Paramadina Bawa Perspektif Lintas Disiplin ke Malaysia, Bekali Calon Mutawwif Hadapi Tantangan Global
- Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI
- Mentan Amran di Muktamar V Wahdah Islamiyah: Indonesia Swasembada Pangan, Ekspor Beras Hingga ASEAN dan 10 Ribu Ton ke Palestina
- Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Arab Saudi 2027, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Views: 0

















