Beranda / INTERNASIONAL / Dr. Mukhtadi Menggagas Persatuan Umat Islam Dunia, Indonesia Diusulkan Jadi Pusat Ukhuwah Islamiyah Internasional

Dr. Mukhtadi Menggagas Persatuan Umat Islam Dunia, Indonesia Diusulkan Jadi Pusat Ukhuwah Islamiyah Internasional

Pakar Manajemen dan Penggagas UII

Dr. Mukhtadi Menggagas Persatuan Umat Islam Dunia, Indonesia Diusulkan Jadi Pusat

JAKARTA — Melalui gagasan pembentukan World Islamic Community, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat persatuan umat Islam dunia sekaligus memperkuat solidaritas, persaudaraan, dan kerja sama lintas negara. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Mukhtadi dalam wawancaranya, Ahad siang (25/10/2026).

Gagasan besar untuk menyatukan umat Islam dalam satu wadah persaudaraan internasional kini kembali mengemuka. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dinilai memiliki potensi strategis untuk menjadi pusat gerakan ukhuwah islamiyah sekaligus tuan rumah organisasi persatuan umat Islam tingkat global.

Gagasan tersebut disampaikan oleh Dr. Mukhtadi, tokoh penggagas Ukhuwah Islamiyah Indonesia (UII) yang juga mencetuskan konsep demokrasi Pancasila non-partai. Dalam pernyataannya, Dr. Mukhtadi menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif umat Islam untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman organisasi, kelompok, dan latar belakang masyarakat Muslim.

Menurut Dr. Mukhtadi, besarnya populasi Muslim Indonesia merupakan modal sosial dan spiritual yang sangat berharga. Namun, ia menilai potensi tersebut perlu diiringi dengan komitmen bersama untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan yang selama ini kerap menghambat terwujudnya persatuan umat.

“Umat Islam boleh berada di mana-mana, memiliki organisasi dan kelompok yang berbeda, tetapi Islam tetap satu. Kita harus menjadi satu bagian yang utuh sebagai umat,” ungkap Dr. Mukhtadi.

Persatuan Umat sebagai Amanah Keagamaan

Dalam pandangannya, Dr. Mukhtadi menegaskan bahwa persatuan umat Islam bukan sekadar kebutuhan organisasi ataupun kepentingan sosial, melainkan amanah keagamaan yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an.

Ia menyinggung pesan Surah Ar-Ra’d ayat 17 tentang perumpamaan buih yang akhirnya lenyap, sebagai refleksi pentingnya kekuatan dan kebermanfaatan umat. Menurut Dr. Mukhtadi, jumlah umat yang besar tidak akan memberikan pengaruh optimal apabila tidak dibarengi kesadaran untuk membangun kebersamaan.

“Kalau kita tidak bersatu, jumlah yang besar itu bisa kehilangan kekuatannya. Karena itu, mari kita bersatu. Kita boleh berada di mana-mana, tetapi umat Islam harus tetap menjadi satu kesatuan,” tegas Dr. Mukhtadi.

Lebih lanjut, Dr. Mukhtadi juga mengingatkan agar perbedaan organisasi keagamaan tidak berkembang menjadi perselisihan yang merugikan umat. Keberagaman, menurutnya, seharusnya dipandang sebagai kekayaan yang dapat saling melengkapi, bukan alasan untuk menciptakan pertentangan.

“Jangan hanya karena berbeda kelompok kemudian kita saling berhadapan dan berbenturan. Ini yang tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Mengusulkan Pembentukan World Islamic Community

Lebih jauh, Dr. Mukhtadi mengungkapkan bahwa dirinya telah mengembangkan gagasan pembentukan organisasi internasional bernama World Islamic Community. Wadah ini diharapkan mampu mempertemukan dan memperkuat solidaritas umat Islam dari berbagai negara.

Gagasan tersebut, menurut pengakuan Dr. Mukhtadi, telah disampaikan melalui surat resmi kepada Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Ia menyebut OKI yang beranggotakan 57 negara dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mendorong pembahasan lebih luas mengenai pentingnya pembentukan wadah persatuan umat Islam dunia.

Namun, Dr. Mukhtadi menjelaskan bahwa organisasi yang digagasnya memiliki orientasi berbeda, yakni lebih menitikberatkan pada penguatan ukhuwah dan kebersamaan umat Islam secara menyeluruh, melampaui batas organisasi maupun kewarganegaraan.

“Selama ini kita memiliki berbagai organisasi dengan bidang perjuangannya masing-masing. Tetapi yang secara khusus mengurus persatuan dan ukhuwah umat Islam secara luas, itulah yang ingin kita perjuangkan,” jelas Dr. Mukhtadi.

Ia berharap gagasan tersebut tidak dipahami sebagai upaya menyaingi organisasi Islam yang telah ada, melainkan sebagai ruang bersama untuk mempertemukan berbagai unsur umat dalam semangat persaudaraan.

Indonesia Layak Menjadi Markas Persatuan Islam Dunia

Salah satu bagian penting dari gagasan tersebut adalah usulan Dr. Mukhtadi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat atau markas besar organisasi persatuan umat Islam dunia. Menurutnya, Indonesia mempunyai legitimasi moral dan demografis yang kuat untuk memainkan peran tersebut, mengingat besarnya populasi Muslim serta pengalaman panjang bangsa Indonesia dalam membangun kehidupan keagamaan yang majemuk.

Dr. Mukhtadi membandingkan gagasan tersebut dengan keberadaan markas OKI di Jeddah, Arab Saudi, seraya menilai bahwa Indonesia juga patut diperhitungkan sebagai pusat gerakan persaudaraan Islam internasional.

“Kalau umat Islam terbesar berada di Indonesia, mengapa pusat persatuan umat Islam dunia tidak berada di Indonesia? Kita perlu memiliki kebanggaan dan keberanian untuk memperjuangkannya,” kata Dr. Mukhtadi.

Ia bahkan mengungkapkan keinginannya untuk menyampaikan gagasan tersebut secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Menurut Dr. Mukhtadi, dukungan pemerintah akan menjadi faktor penting dalam membuka ruang diplomasi, komunikasi, dan kerja sama dengan negara-negara Muslim. Meski demikian, ia menyadari bahwa gagasan pembentukan organisasi internasional tersebut masih berupa usulan yang memerlukan pembahasan, dukungan, serta kesepakatan dari berbagai pihak.

Perbedaan Organisasi Bukan Penghalang

Dalam kesempatan itu, Dr. Mukhtadi juga menyoroti keberadaan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Menurutnya, setiap organisasi memiliki sejarah, karakteristik, dan bidang pengabdian masing-masing, yang seluruhnya merupakan kekuatan umat yang perlu dirawat dalam bingkai persaudaraan.

Dr. Mukhtadi mencontohkan bahwa perbedaan atribut, pakaian, maupun identitas organisasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengurangi rasa kebersamaan sebagai sesama Muslim.

“Bapak memakai jaket hitam, saya memakai baju yang berbeda. Tetapi kita sama-sama Muslim. Inilah yang harus terus dipersatukan, bukan dibenturkan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan ukhuwah yang diperjuangkannya tidak dimaksudkan untuk mengambil alih fungsi organisasi yang sudah berdiri. Sebaliknya, menurut Dr. Mukhtadi, gerakan tersebut diharapkan menjadi penghubung yang mempererat komunikasi dan memperkuat sinergi antarelemen umat Islam.

Wujudkan Islam sebagai Rahmat bagi Seluruh Alam

Pada bagian akhir perbincangan, Dr. Mukhtadi menekankan bahwa persatuan umat Islam merupakan salah satu fondasi penting dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa kedamaian, keadilan, dan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Menurutnya, semangat rahmatan lil ‘alamin tidak cukup hanya disampaikan dalam ceramah ataupun forum keagamaan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membangun persaudaraan dan menghindari konflik internal.

“Kalau kita ingin membuktikan bahwa Islam itu rahmatan lil ‘alamin, mari kita bersatu. Jangan sampai perbedaan justru membuat kita saling berbenturan,” pesan Dr. Mukhtadi.

Ia mengaku optimistis, apabila berbagai unsur umat Islam mampu membangun kesamaan visi dan memperkuat solidaritas, Indonesia tidak hanya dapat menjadi contoh kehidupan keagamaan yang harmonis, tetapi juga berpotensi memainkan peran lebih besar dalam membangun perdamaian dan persaudaraan internasional.

Gagasan pembentukan World Islamic Community ini sekaligus menjadi ajakan Dr. Mukhtadi untuk memandang persatuan sebagai kebutuhan strategis masa depan umat Islam. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, ukhuwah islamiyah diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan tumbuh menjadi kekuatan moral, sosial, dan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan dunia.

“Persatuan umat bukan berarti menyeragamkan seluruh perbedaan, melainkan membangun kesadaran bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika dipersatukan oleh tujuan yang sama,” pungkas Dr. Mukhtadi, yang juga aktif sebagai pemerhati masalah sosial tersebut. (AW)

Profil Dr. Mukhtadi El Harry: Dari Akademisi Unhan hingga PP DMI

Di luar gagasannya mengenai World Islamic Community, Dr. K.H. Mukhtadi El Harry, M.M. dikenal luas di ruang publik sebagai sosok multitalenta dengan rekam jejak yang panjang. Beliau aktif di dunia akademis sebagai dosen pascasarjana dan pernah mengajar di Universitas Pertahanan (Unhan) serta Seskoad. Selain di dunia pendidikan militer dan sipil, kiprah keagamaan beliau juga tercatat di tingkat nasional, salah satunya saat mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Diklat Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI). Pengalaman strategis inilah yang membentuk pandangan luas beliau dalam menginisiasi gerakan Ukhuwah Islamiyah Indonesia (UII) saat ini.

Potensi Demografis: Modal 87,14 Persen Muslim Indonesia

Berdasarkan data infografis pergerakannya, Dr. Mukhtadi kerap menggarisbawahi bahwa populasi umat Islam di Indonesia yang mencapai 87,14% merupakan modal kuantitas yang sangat masif. Menurut Dr. Mukhtadi, dengan jumlah sarana ibadah yang menyentuh angka sekitar 1 juta unit serta keberagaman ormas yang kaya, kekuatan ini harus disatukan agar tidak menjadi buih yang kehilangan arah di kancah internasional.

*****


Terima kasih telah membaca artikel ini. Dapatkan berita dan artikel menarik lainnya di sini.
Dukung terus WARTA IDAMAN – Berita Semesta "Syiar Hijrah".
Silakan berikan komentar yang membangun pada kolom di bawah ini.
Jangan lupa membagikan artikel ini ke media sosial Anda melalui tombol bagikan di bawah!

anwi/ wi/ nf/ 251026: anugrah

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 1
  • 6
  • 5
  • 1,038
  • 827
  • 2,691
  • 6,482
  • 84,469
  • 84,469
  • 158,773
  • 0
  • 5,025
  • 272