
WARTA IDAMAN

Oleh: Dr. H. M. Suaidi, M.Ag.
أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيرِ، فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لَا تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ
“Istirahatkan dirimu dari pengaturan (tadbīr/ambisi mengatur segalanya). Sebab, apa yang telah diurus oleh selainmu (Allah) untukmu, tidak perlu lagi kamu urusi sendiri.”
1. Larangan Tadbīr yang Berlebihan
Maksud dari tadbīr di sini adalah memaksakan diri untuk mengatur masa depan, hasil usaha, atau urusan di luar batas kapasitas manusia. Perilaku ini biasanya disertai dengan rasa cemas dan gelisah yang berlebihan.
2. Penyerahan Diri kepada Allah (Tawakal)
Urusan yang hakikatnya sudah diatur oleh Allah—seperti rezeki, detak jantung, kerja organ tubuh, hingga takdir hidup—seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Hal ini bertujuan agar batin kita menjadi tenang.
BACA JUGA: Kajian Kitab Al-Hikam
3. Ketenangan Jiwa
Manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar atau bekerja secara wajar. Namun, kita tidak perlu stres memikirkan hasil akhir secara berlebihan karena hasil mutlak berada di tangan Allah SWT.
والله أعلمُ بالصواب
*****
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN Berita Semesta
- Dukungan Pelindo Hantarkan Anak Putus Sekolah Dapat Akses Pendidikan
- Ketum Al Washliyah Masyhuril Khamis Konsolidasi Pasca Muktamar di Bengkulu
- Mahasiswi UNIDA Gontor Kunjungi AQL Islamic Center, Belajar Tadabur Al-Qur’an
- Musyawarah Cabang Syarikat Islam Jakarta Timur Menetapkan H Musa Hayat Sebagai Ketua, UsungSemangat Pembaruan Dakwah di Era Digital
- SD Angkasa 12 Halim Perdanakusuma Menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat
- FORUM KOMUNIKASI SENI TAMAN ISMAIL MARZUKI (FKSTIM) Gelar Aksi di Balai Kota, Tuntut Pembatalan Pengukuhan Anggota DKJ dan Akademi Jakarta
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

anwi/ pjmi/ wi/ nf/ 051026
Views: 0



















