Beranda / SEMESTA / FPPJ Mengapresiasi Pramono Perkuat Kolaborasi BUMD-BUMN, Fokus pada Manfaat bagi Warga

FPPJ Mengapresiasi Pramono Perkuat Kolaborasi BUMD-BUMN, Fokus pada Manfaat bagi Warga

Jakarta – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat kolaborasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perangkat daerah melalui penandatanganan 15 dokumen kerja sama strategis di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/10/2026).

FPPJ menilai, kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik di Ibu Kota, terutama jika setiap kesepakatan ditindaklanjuti dengan program konkret yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

Ketua Umum FPPJ Endriansah mengatakan, langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik perlu dilihat dari dampaknya terhadap kebutuhan warga. CariPeta Wilayah

“Inilah Gubernur pekerja, tanpa video atau konten yang diviralkan. Namun, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat Jakarta,” kata Endriansah, yang akrab disapa Rian kepada media, Rabu (14/10/2026).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, penandatanganan 15 dokumen kerja sama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan harus menghasilkan percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Ini bukan sekadar seremoni, tanda tangannya atau kerja samanya, tetapi realisasinya, karena ini merupakan bagian upaya mempercepat pembangunan dan pelayanan publik,” kata Pramono.

Salah satu kerja sama dengan nilai terbesar adalah pembiayaan elektrifikasi armada Transjakarta senilai Rp5,07 triliun untuk 3.782 unit bus dan Mikrotrans dalam tiga tahun ke depan. Program ini ditujukan untuk mempercepat penggunaan transportasi publik berbasis energi rendah karbon sekaligus mendukung pengendalian polusi udara.

Selain itu, Bank Jakarta bekerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk membiayai pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas senilai Rp220 miliar. Kerja sama lainnya mencakup pengembangan lahan, properti, dan kawasan berorientasi transit di sekitar jalur MRT dengan nilai Rp396 miliar.

Menurut Pramono, BUMD tidak hanya berperan sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai penggerak perekonomian daerah dan pendukung pelayanan publik.

Karena itu, setiap kerja sama harus memiliki target yang jelas, tata kelola yang baik, serta tindak lanjut yang terukur.

“Yang paling penting, kerja sama ini harus ditindaklanjuti dengan target yang jelas dan terukur. Keberhasilannya bukan dilihat dari banyaknya dokumen yang ditandatangani, tetapi dari manfaat yang dirasakan warga dan kontribusinya terhadap Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pramono menambahkan, transformasi Jakarta menuju Top 50 Global City pada 2030 membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari penguatan infrastruktur dan konektivitas, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pemanfaatan energi rendah karbon, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kolaborasi Menjangkau Kesehatan dan Perumahan

Kerja sama strategis tersebut juga mencakup sektor kesehatan. Delapan BUMD berkolaborasi dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA), yang menaungi 31 rumah sakit daerah.

Kolaborasi itu meliputi dukungan rantai pasok pangan, pengelolaan limbah medis dan nonmedis, layanan air bersih, pembiayaan dan penjaminan, serta integrasi layanan wisata kesehatan dan perhotelan.

Di sektor perumahan, Bank Jakarta dan Jamkrida Jakarta bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas PPKUKM DKI Jakarta untuk mendukung akses Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal.

Sementara itu, pengembangan sumber daya manusia dilakukan PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) bersama SMK 58 Jakarta melalui fasilitasi pameran karya peserta didik.

Pada sektor infrastruktur digital, PT Jakarta Infrastruktur Propertindo bekerja sama dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia untuk memanfaatkan sarana pendukung telekomunikasi dan layanan konektivitas.

Kerja sama dengan PT Danareksa (Persero) juga mencakup penyelenggaraan media periklanan, CCTV, pusat data, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Dorong Energi Rendah Karbon

Pemprov DKI Jakarta turut mendorong pemanfaatan energi rendah karbon melalui kolaborasi lintas perusahaan. Perumda Paljaya bersama PT Pertamina (Persero), misalnya, menjajaki pemanfaatan limbah Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel.

PT Transportasi Jakarta juga bekerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon bagi transportasi publik.

Adapun pengembangan kawasan dilakukan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) bersama PT MRT Jakarta (Perseroda), termasuk pengembangan properti dan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) di jalur MRT Jakarta East–West.

PAM JAYA juga menjalin kolaborasi dengan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo dan PT Jamkrida Jakarta. Sejumlah BUMD lainnya memperkuat kerja sama dalam pengelolaan air limbah di pasar, fasilitas MRT, kawasan industri, serta pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Bagi FPPJ, berbagai kerja sama tersebut perlu dikawal agar tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Pelaksanaan program, pencapaian target, dan dampaknya terhadap kebutuhan masyarakat menjadi tolok ukur penting keberhasilan kolaborasi pemerintah daerah, BUMD, dan BUMN.

*****

Rilis FPPJ

anwi/ pjmi/ wi/ nf/ 141026: anugrah

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 16
  • 15
  • 161
  • 149
  • 1,188
  • 4,379
  • 80,490
  • 80,490
  • 155,486
  • 0
  • 4,963
  • 270