​KH. Mustofa Himy dan Kang Asep Muktadir, FSGN Nusantara KBB melakukan sosialisasi mengenai Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pondok Pesantren

Posted by : wartaidaman 24/06/2026

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

​CILILIN – Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Nusantara DPC Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali memperkokoh ukhuwah dan keilmuan melalui agenda pengajian bulanan (Syahriahan).

Kegiatan khidmat ini diselenggarakan di Pondok Pesantren P3SB Kecamatan Cililin, di bawah asuhan pimpinan pondok pesantren setempat.
​Selain menjadi wadah thalabul ‘ilmi, momentum ini juga menjadi ruang strategis dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah terkait kesejahteraan para pengasuh pondok pesantren dan guru ngaji di wilayah Bandung Barat.

​Merawat Tradisi Keilmuan Lewat Kitab Majmu’atul Kutub
​Dalam pengajian syahriahan kali ini, materi yang dikaji adalah Kitab Majmu’atul Kutub, sebuah kitab monumental yang merupakan tukilan (nukilan/karya) dari ulama kharismatik al-marhum Abah Cipulus (Wanyasa, Purwakarta).

Pembacaan kitab ini diharapkan dapat terus menghidupkan sanad keilmuan salafiyah serta memperkuat benteng spiritual para ajeungan dan guru ngaji dalam membina umat.

​Apresiasi Atas “Kado Terindah” dari Pemerintah Daerah
​Di sela-sela kegiatan keagamaan, FSGN Nusantara KBB juga melakukan sosialisasi mengenai Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pondok Pesantren.

Kebijakan yang dilahirkan oleh Bupati dan Wakil Bupati KBB ini dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam mengakui dan mendukung eksistensi pesantren.

​Mewakili pengurus DPC FSGN Nusantara Kabupaten Bandung Barat, KH. Mustofa Himy dan Kang Asep Muktadir menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pemangku kebijakan.

​”Kami, atas nama keluarga besar guru ngaji di Kabupaten Bandung Barat, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada jajaran eksekutif—khususnya Bapak Bupati dan Wakil Bupati—serta jajaran legislatif, terutama Komisi IV DPRD KBB, beserta seluruh stakeholder terkait.

Perbup Pondok Pesantren ini adalah kado terindah bagi para pimpinan pesantren dan ajeungan. Semoga ikhtiar bersama ini membawa keberkahan dan menjadikan Bandung Barat semakin AMANAH (Akuntabel, Mandiri, Beraspirasi, Netral, Adil, dan Harmonis),” ungkap perwakilan pengurus dalam wawancaranya.

​Harapan Regulasi Khusus: Perbup Guru Ngaji
​Selaras dengan visi besar Bupati Bandung Barat untuk meningkatkan kesejahteraan linear di sektor keagamaan, komunitas guru ngaji yang tergabung dalam FSGN juga menaruh harapan besar untuk keberlanjutan regulasi di masa depan.

​Guna mengunci dan memperkuat visi kesejahteraan tersebut, FSGN mendorong agar pemerintah daerah melahirkan regulasi turunan yang lebih spesifik, yaitu Perbup Guru Ngaji.

Regulasi khusus ini diharapkan menjadi payung hukum yang kuat dan berkelanjutan, sehingga perhatian pemerintah terhadap para garda terdepan pendidikan akhlak anak-anak bangsa ini dapat terjamin secara terstruktur dari tahun ke tahun. (22 Juni 2026)

 

 

 

 

*aesa/ pjmi/ wi/ nf/ 220626

Views: 9

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *