WARTA IDAMAN

JAKARTA – Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) menggelar Pelatihan Penyusunan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan universitas, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran melalui pendekatan pendidikan yang berorientasi pada capaian mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Prihandoko, S.Kom., M.I.T., Ph.D. menyampaikan materi mengenai konsep dan implementasi Kurikulum OBE. Ia menjelaskan bahwa OBE memiliki perbedaan mendasar dengan pendekatan pembelajaran tradisional, terutama dalam hal fokus utama proses pendidikan.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- Hikmah ke-4 Kitab Al-Hikam tentang Tawakal dan Ketenangan Jiwa
- Ketika Suara Ranting Menjadi Ancaman: Belajar dari Kematian Seekor Rusa
- Jangan Simpan Kebaikan Hanya untuk Diri Sendiri
- Tips Tetap Istiqamah: Cara Menjaga Konsistensi Hijrah Sehari-hari
- Menuju Versi Terbaik Diri: Mengenal Ciri-Ciri Hijrah Sehari-hari yang Sering Tak Disadari
- Mengubah Lelah Menjadi Lillah: Belajar Ikhlas dari Pak Rahmat
Menurutnya, pembelajaran tradisional cenderung berfokus pada apa yang disampaikan oleh dosen. Sementara itu, OBE lebih menitikberatkan pada hasil atau capaian yang harus dimiliki mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran.
“OBE fokus pada mahasiswa harus bisa apa. Tradisional fokus pada apa yang disampaikan,” jelasnya.
>>> ke Halaman 2
Baca Juga di WARTA IDAMAN (2)
- UEA-Indonesia Perkuat Kemitraan Peradaban untuk Perdamaian dan Masa Depan
- Bekali Calon Mahasiswa ke Maroko, Kemenag Tekankan Integritas, Adaptasi, dan Semangat Membawa Nama Indonesia
- Al Washliyah Terima Tamu Palestina: Tegaskan Solidaritas dan Dukungan
- Presiden: Tekan Beban Jemaah Haji, Tata Kelola Keuangan Haji Diaudit
- Dongkrak UMKM Lokal, Expo di Madiun Catat Transaksi Rp5,7 Miliar dan MoU Ekspor ke Arab Saudi
- IGIC 2026 Pilih Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI dan Hasilkan Jakarta Understanding
- Kemenhaj Dalami Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jawa Timur, Enam Pelimpahan Terindikasi Bermasalah
Views: 9





















