Beranda / NKRI / Pemprov Jabar Gelar Penguatan Ekonomi Lokal di Depok, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Konsep Rancage

Pemprov Jabar Gelar Penguatan Ekonomi Lokal di Depok, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Konsep Rancage

DEPOK– Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) gelar kegiatan penguatan ekonomi lokal di Kota Depok. Kegiatan ini didanai dari APBD Provinsi Jawa Barat dan merupakan pelaksanaan ke-7 di Kota Depok. Rabu (23/9/26).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, Irman Nugraha, S.H., M.H., dengan Keynote Speaker Dr. Dudi Miraz Imaduddin, M.Si. Kepala Badan Kesbangpol Kota Depok. Turut hadir pendamping UMKM Kota Depok, Tri Damayanti, serta narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi usaha.

Dalam sambutannya, Dr. Dudi Miraz Imaduddin mengatakan kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat lokal agar tidak terlalu bergantung pada faktor eksternal.

‎‎Ia menjelaskan konsep Ekonomi Rancage yang diusung Gubernur Jawa Barat. Rancage dimaknai sebagai cekatan, kreatif, terampil, dan berdaya saing. Nilai tersebut menjadi dasar pengembangan usaha di Jawa Barat menuju provinsi terdepan pada 2045.‎

‎”Kemandirian ekonomi harus fokus pada penguatan ekonomi dari lingkup lokal. Kita memang tidak bisa lepas dari faktor eksternal, minimal kita kurangi ketergantungannya,” ujar Dr. Dudi Miraz

‎”Kemandirian ekonomi harus fokus pada penguatan ekonomi dari lingkup lokal. Kita memang tidak bisa lepas dari faktor eksternal, minimal kita kurangi ketergantungannya,” ujar Dr. Dudi Miraz‎

Menurutnya, ada lima fokus penguatan ekonomi lokal:

  1. Penguatan UMKM dan Koperasi, termasuk penguatan kelembagaan Koperasi Merah Putih sebagai aktor utama pembangunan ekonomi daerah.
  2. ‎Kreativitas dan inovasi produk agar memiliki keunikan dan nilai jual.
  3. ‎Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas.
  4. ‎Digitalisasi, melalui pemanfaatan media sosial, dan pelatihan kewirausahaan.
  5. ‎Pembangunan inklusif dan berkeadilan untuk pemerataan kesejahteraan.

Dudi Miraz juga mendorong pelaku usaha untuk konsisten membangun storytelling produk, kemasan yang unik dan berkelanjutan, serta aktif mengikuti pameran yang difasilitasi pemerintah daerah.

Sementara itu, narasumber dari kalangan akademisi dan pelaku usaha menekankan pentingnya legalitas usaha, sertifikasi halal, pendaftaran merek (HAKI), serta kolaborasi antar-pelaku UMKM. Salah satu contoh sukses adalah UMKM konveksi di Depok yang telah menembus pasar ekspor Amerika Serikat dengan 22 karyawan.

BACA JUGA: KAHMI Jakarta Timur Gelar Seminar UMKM Naik Level

‎Perwakilan panitia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang telah menggelontorkan anggaran untuk kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan minimal satu kali dalam sebulan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi warga Kota Depok. (Iws)

*****

*irsh/ pjmi/ wi/ nf/ 230926

Views: 3

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 157
  • 141
  • 241
  • 217
  • 1,572
  • 13,352
  • 77,841
  • 77,841
  • 153,200
  • 3
  • 4,870
  • 270