
WARTA IDAMAN

JAKARTA — Sejumlah jurnalis dan perwakilan media bersama HWPL Indonesia (Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light) menggelar doa bersama untuk lima wartawan yang hilang saat meliput aktivitas erupsi Anak Krakatau, Selasa, 8 September 2026.
Doa bersama dilaksanakan bersamaan acara Coffee Meet Up bersama Jurnalis yang diprakarsai HWPL di Mie Kober, Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026).
Acara ini dihadiri oleh jurnalis Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi antara lain: Indra dari InfoBanua.co.id, Sayuti dari Forum Keadilan, Ranex dari Sorot News, Resram Sihombing dan Batara Victor dari Bunaken, Amin dari Indephnews.id, Algi Darmawan dari Wawainews.id, Furqon Bunyamin Husein dan Wahab dari Radar Indonesia News, Suharsono dari Satu Nusantara News,

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- Abdullah bin Salam: Jangan Takut Mengubah Pandangan Setelah Menemukan Kebenaran
- Rizki Kasbi (كسب) dan Rizki Taqdiri (تقدر)
- Tiga Tingkatan Himmah (Keinginan) pada Diri Manusia
- Ummu Syarik: Kebaikan Tidak Harus Menunggu Banyak Dukungan
- Hikmah ke-4 Kitab Al-Hikam tentang Tawakal dan Ketenangan Jiwa
- Ketika Suara Ranting Menjadi Ancaman: Belajar dari Kematian Seekor Rusa
Hadir pula Satria Sabil dari Harian Pelita/Ksatria TV, Rio dari Indonews.id, Catur Prayitno alias Pray dari Viralkatanews.com, Tjoek dari Delapanplus.com, Didik dari ReportaseNews.com, Ipal dari Derap Reformasi, Mqyakal dari Satu Nasional, Fafa dari Liberty Magz, Meydi Triwarsana.com, dan Irwan dari Derap Reformasi.
Kegiatan ini menjadi bentuk solidaritas dan dukungan moral bagi lima wartawan yang hingga kini masih dalam proses pencarian. Para peserta berharap mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Sejumlah jurnalis menyisihkan waktu di tengah kesibukan untuk memberikan dukungan kepada rekan seprofesi yang tengah menghadapi musibah.
>>> ke Halaman 2

Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Azis Khafia: Sumpah Pemoeda 28 Oktober 1928 dan Kaoem Betawi Jakarta
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- RETORIKA AMBIGU: ROCKY GERUNG, MBG, DAN PRAGMATISME POLITIK
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
Views: 4



















