Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Danrem 072/Pamungkas Ajak Mahasiswa Pesantren Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
- Jawaban Lengkap Menhaj soal Pengangkatan Tenaga Ahli dan Awal Pembentukan Kemenhaj
- Kemenhaj dan Kementerian Kebudayaan Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa
- Hadiri Istighosah Kebangsaan Hari Santri 2026, KH Zaitun Rasmin: Semangat Resolusi Jihad Harus Terus Hidup untuk Menjaga Persatuan Bangsa
- Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Ketum PB Al Washliyah Sampaikan 4 Pesan
- Kapolda Gorontalo Beri Penghargaan kepada 26 Personel Berprestasi dalam Penindakan Tambang Ilegal
2. Ikhlas dan Tawakal
Keikhlasan dan tawakal menjadi inti dari ajaran ini. Ketika Allah menempatkan kita dalam keadaan yang memerlukan usaha duniawi, kita harus ikhlas menjalaninya dan melakukan yang terbaik tanpa mengeluh. Sebaliknya, ketika kita berada dalam keadaan yang lebih bebas dari sebab-sebab duniawi, kita harus menerima dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menginginkan keadaan yang berbeda menunjukkan kurangnya keikhlasan dan tawakal dalam menerima takdir Allah.
3. Menghindari Nafsu Tersembunyi
Baca Juga di WARTA IDAMAN (6)
- Gugatan Pemadaman Listrik, Forkot Hadirkan Ahli dan Saksi di PTUN Banjarmasin
- Prihatin Karhutla Berkepanjangan, DPW KalSel & DPD Partai Ummat Banjarbaru Salurkan Voucher BBM dan Logistik untuk Relawan
- Krisis Kelistrikan Kalsel: Di Tengah Kabut Asap dan Air Macet, Janji Pemulihan PLN September 2026 Ditagih
- DPW Partai Ummat Kalsel & DPD Banjarbaru Menyampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Mantan Gubernur H. Rudy Ariffin
- BREAKING NEWS: Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
- “Gema Sholawat Bersama Haddad Alwi”, Perwakilan Pengurus DPD Partai Ummat Banjarbaru hadir
Ungkapan ini juga mengingatkan kita untuk selalu introspeksi dan menyadari adanya nafsu tersembunyi dalam diri kita. Keinginan untuk meninggalkan sebab-sebab duniawi ketika Allah SWT menempatkan di dalamnya bisa jadi bukan murni karena cinta kepada Allah, melainkan karena ketidakpuasan atau keinginan yang tersembunyi. Demikian pula sebaliknya, keinginan untuk terlibat dalam sebab-sebab duniawi ketika Allah SWT. telah memberikan kesempatan untuk fokus pada ibadah adalah penurunan dari semangat dan tujuan yang lebih tinggi.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri
4. Kesadaran Akan Takdir Allah SWT.
Terakhir, ungkapan ini mengajarkan kita tentang pentingnya kesadaran akan takdir Allah. Setiap keadaan yang kita hadapi adalah bagian dari takdir Allah yang harus diterima dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Menentang atau menginginkan keadaan yang berbeda dari yang Allah SWT. tetapkan hanya akan menjauhkan kita dari rasa syukur dan ridha kepada-Nya.
>>> ke Halaman 3

Baca Juga di WARTA IDAMAN (7)
- PB Al Washliyah Resmikan Sekolah Sepak Bola Washliyah Football Academy
- Pengobatan Tradisional Metode Leluhur Tatamba Kampung Bersama Tim Minyak Waras: Pendaftaran Gratis & Biaya Seikhlasnya
- Gaya Dakwah Menggembirakan, LPEK PP Muhammadiyah Sukses Gelar Muhammadiyah Stand Up Comedy di UMY
- Dari Gen Alpha hingga Gen X, Parade Penyair Jendela Puspita Gaungkan Gelora Sumpah Pemuda
- Kejurda Floorball AFI DKI 2026 Dimulai 24 Oktober: Bidik Atlet Berbakat untuk Kejurnas dan PON
- Lestarikan Budaya Nusantara, 35 Penari Muda Sanggar KR Dinisha Unjuk Gigi di Kantor Kelurahan Cipayung Jaya
Views: 58




















