
WARTA IDAMAN

Jakarta, 28 Oktober 2026 — Hujan mulai datang, tetapi perjuangan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum selesai. Asap yang menyelimuti berbagai wilayah selama berbulan-bulan tidak serta-merta hilang bersama turunnya hujan. Dampaknya terhadap kesehatan dapat bertahan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Berdasarkan pemberitaan detik Kalimantan pada 28 Oktober 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali memperpanjang status tanggap darurat karhutla selama 31 hari, mulai 30 Oktober hingga 30 November 2026, menyusul masih tingginya kejadian kebakaran dan dampak kabut asap terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah. Situasi ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan bantuan bagi masyarakat terdampak masih sangat dibutuhkan.
Merespons kondisi tersebut, PP KB PII Wati menginisiasi Aksi Solidaritas untuk Alam dan Keluarga (ASA) dengan tagline “Jaga Napas, Jaga Keluarga”. Pada tahap awal, ASA membuka penggalangan donasi untuk membantu penyediaan 3.000 box masker bagi masyarakat terdampak karhutla.
Ketua Tim ASA, Rahayu Ningsih, menegaskan bahwa ASA lahir dari kepedulian terhadap ancaman bencana ekologis yang berdampak langsung pada kesehatan dan ketahanan keluarga.
“Kita tidak bisa diam ketika alam dan keluarga sama-sama terancam. Walaupun saat ini sudah memasuki musim hujan, kebutuhan masker tidak serta-merta berhenti. Paparan asap selama berbulan-bulan meninggalkan risiko gangguan kesehatan yang serius, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mengubah kepedulian menjadi bantuan nyata,” ujarnya.
Menurut Rahayu, ASA tidak sekadar menggalang bantuan, tetapi juga ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari menjaga kehidupan manusia.
“Jaga Napas berarti peduli terhadap lingkungan dan kualitas udara. Jaga Keluarga berarti memastikan kepedulian itu hadir dalam bentuk perlindungan nyata bagi mereka yang membutuhkan. Kami berharap gerakan ini menjadi awal dari solidaritas yang lebih luas, berkelanjutan, dan melibatkan banyak pihak,” tambahnya.
Ketua PP KB PII Wati, Ustadzah Istianah Hamid, menyampaikan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari ketahanan keluarga. Ketika bencana ekologis terjadi, keluarga menghadapi ancaman kesehatan, meningkatnya kebutuhan rumah tangga, hingga terganggunya sumber penghidupan.
“Perempuan dan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan, tetapi tanggung jawab merawat alam adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui ASA, kami ingin menggerakkan potensi alumni PII agar kepedulian tidak berhenti pada rasa prihatin, melainkan hadir dalam tindakan nyata,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh alumni PII, baik di dalam maupun luar negeri, keluarga besar KB PII Wati, komunitas, lembaga, dan masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung gerakan ini.
“Jangan merasa kontribusi kita terlalu kecil. Ketika banyak orang menyatukan kepedulian, bantuan yang sederhana dapat menjadi kekuatan besar bagi saudara-saudara kita yang terdampak. Bagi kita, ini bukan hanya aksi kemanusiaan, tetapi juga ikhtiar menjalankan amanah Allah untuk menjaga dan memakmurkan bumi,” ujarnya.
ASA mengajak kita bergerak bersama untuk memenuhi target 3.000 box masker. Setiap donasi adalah wujud kepedulian untuk membantu melindungi sesama sekaligus menguatkan pesan bahwa keselamatan manusia dan kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.
Mari jadikan kepedulian sebagai gerakan nyata. Jaga Napas, Jaga Keluarga. Satu kepedulian, sejuta harapan.
INFORMASI DAN DONASI
Kanal donasi:
- BSI — 7800525262
Atas nama: Lazisku KBPII - BSI — 3160061190
Atas nama: Arliana Mumtaza (Bendahara PP KB PII Wati)
Ketentuan transfer: Gunakan kode unik 31 di belakang nominal transfer.
Contoh: Rp100.031.
Konfirmasi transfer:
- Asmayenti: 0838-0417-3723
- Arliana: 0853-5977-8848
Narahubung: Tim Aksi Solidaritas untuk Alam dan Keluarga (ASA), PP KB PII Wati.
*****
Terima kasih telah membaca artikel ini. Dapatkan artikel menarik lainnya di sini.
Dukung terus WARTA IDAMAN – Berita Semesta "Syiar Hijrah".
Silakan berikan komentar yang membangun pada kolom di bawah ini.
Jangan lupa membagikan artikel ini ke media sosial Anda melalui tombol bagikan di bawah!
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Tiga Tingkatan Himmah (Keinginan) pada Diri Manusia
- PB Al Washliyah Resmikan Sekolah Sepak Bola Washliyah Football Academy
- Kiprah Mohammad Anthoni di Fase Sunyi: Merajut Ukhuwah dan Akar Sejarah PJMI
- Napas Perjuangan 15 Tahun PJMI: Dari Tujuh Pemrakarsa hingga Kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia: dari tujuh pemrakarsa hingga kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- UNAS Gelar ICGI ke-3, Soroti Polycrisis Global dan Pentingnya Ketahanan Dunia Menuju 2030
- Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Keras Serangan terhadap Bandara Riyadh, Desak Perlindungan Jamaah Umrah dan WNI
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

rabawi/ pjmi/ wi/ nf/ 291026: banu
Views: 3



















