Beranda / KOLOM / TRADISI BETAWI DI MALAM NISFU SYA’BAN

TRADISI BETAWI DI MALAM NISFU SYA’BAN

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

Oleh Azis Khafia

 

Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan waktu-waktu yang memiliki nilai atau keutamaan tersendiri _(fadhalilah)_, salah satunya adalah malam pertengahan bulan sya’ban yang dikenal oleh orang Betawi dengan sebutan _” malem Nisfu Sya’ban”_ tanggal 15 sya’ban (pertengahan bulan sya’ban). Salah satu fadhilah malam nisfu sya’ban adalah diampuninya dosa kecuali dua orang, Nabi bersabda ;

يطلع الله عز وجل على خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن   

Artinya, ;

_“Allah ‘azza wa jalla melihat (amalan) hamba-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Ia mengampuni semua makhluknya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.”_ (HR At-Thabrani).   

Karena malam nisfu sya’ban penuh dengan ampunan maka pada malam ini dianjurkan memperbanyak amalan ibadah. Anjuran tersebut dijelaskan dalam kitab _Qalyubi wa ‘Umairah_. Berikut bunyi penjelasan tersebut ; “Disunnahkan menghidupkan malam hari raya, Idhul Fitri dan Idhul Adha, dengan berdzikir dan shalat, khususnya shalat tasbih. Sekurang-kurangnya adalah mengerjakan shalat Isya’ berjamaah dan membulatkan tekad untuk shalat Shubuh berjamaah. Amalan ini juga baik dilakukan di malam nisfu Sya’ban, awal malam bulan Rajab, dan malam Jumat karena pada malam-malam tersebut doa dikabulkan.”

Salah satu amalan yang umumnya dilakukan masyarakat Betawi adalah secara bersama-sama (berjamaah) mereka mendatangi masjid, mushola, langgar, Majelis-majelis bahkan kediaman guru (ustadz) dengan membawa air dalam botol, teko, mug dan wadah lainnya. Dipimpin oleh ustadz setempat mereka membaca surah Yasin sebanyak 3 kali. Setiap bacaan Yasin diawali dengan niat yang berbeda.
tata cara membaca surah Yasin 3 kali di malam Nisfu Syaban dijelaskan sebagai berikut; amalan Nisfu Syaban” berupa anjuran membaca surah Yasin di malam Nisfu Sya’ban tidak dijelaskan dalam Al-Quran maupun hadits. Melainkan, amalan tersebut merupakan kesepakatan dari para ulama _(ijma)_. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Darwisy :

وأما قراءة سورة يس ليلتها بعد المغرب والدعاء المشهور فمن ترتيب بعض أهل الصلاح من عند نفسه قيل هو البوني ولا بأس بمثل ذلك (أسنى المطالب في أحاديث مختلفة المراتب ص. 234)

Artinya: _”Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al-Buni dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk._” (Syaikh Muhammad bin Darwisy, Asná al-Mathálib, 234). Adapun ketentuan membaca Yasin tersebut dibaca sebanyak 3 kali dengan niat yang berbeda. Berikut ketentuan membaca Yasin di malam Nisfu Syaban: Bacaan surah Yasin pertama diniatkan untuk meminta umur panjang yang diisi dengan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Bacaan surah Yasin Kedua diniatkan agar dijaga dari marabahaya serta diberi rezeki yang halal. Bacaan surah Yasin yang ketiga diniatkan agar hati selalu merasa cukup dan dianugerahi husnul khatimah. Setiap selesai membaca surah Yasin dilanjutkan membaca doa. Adapun ketentuan waktunya, surat yasin dan doa-doa lainnya dibaca setelah shalat maghrib menjelang waktu shalat Isya. Inilah tradisi betawi yang telah diwariskan secara turun temurun.

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 290126

Views: 74

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 1
  • 114
  • 91
  • 193
  • 168
  • 3,730
  • 18,248
  • 168,205
  • 255,675
  • 151,186
  • 74
  • 4,782
  • 270