
WARTAIDAMAN.com

“Raja Slamet, keluarlah! Aku Adi Seruling Sakti, raja Kerajaan Matraman Raya memerintahkan kamu Raja Slamet untuk keluar dari rumah yang kau diamiuntuk menyerah dan menerima pembalasan dari Putri Ming. Raja Slamet, kau dengar perintahku!” seru Raja Adi Seruling Sakti.
Raja Adi Seruling Sakti tahu betul tempat Raja Slamet, karena dia pernah juga minta ikut tinggal di rumah Bupati Kediri, Bejo Cinekel, saat ditugaskan Raja Danang, Sayidin Panotogomo untuk menangkap Pendekar Langit Abu Arang.
Hal itu membuat Raja Adi Seruling Sakti dengan mudah langsung menuju sasaran ke rumah yang diidiami Raja Slamet, saat Putri Selendang Biru berkeliling melakukan pengawasan.
Raja Adi Seruling Sakti juga tahu, kalau Raja Slamet sedang dalam keadaan terluka, sehingga akan sangat mudah baginya untuk menghabisi Raja Slamet. Pada saat Putri Selendang Biru baru saja sampai di dekat rumah yang didiami Raja Slamet, tampak olehnya, Raja Slamet keluar dari rumah itu. Tentu saja hal itu membuat Putri Selendang Biru merasa khawatir akan keselamatan ayah mertuanya itu.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
- SHANDY DAN EMPAT KALI PERJUSA YANG BELUM PERNAH TAMAT
- SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Perang Kediri_
- SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ramai-Ramai Menuju Kediri_
- LOMBA NYANYI TARI FASHION DI CAFE TERAS MANGGA KEBON JERUK
- Berlangsung Dua Hari, Turnamen Tenis Piala Wamenag Romo Safii, Antusias Peserta Luar Biasa
- Kisah Cinta dan Dakwah di Atas Vespa: Pasutri Sigi Tempuh Jalur Lintas Pulau Demi Hadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah
“Adi Seruling Sakti, ternyata kamu sudah menjadi raja di Kerajaan Matraman Raya. Kamu telah berhasil memperdaya Tiga Pendekar Langit sehingga kamu dapat menduduki takhta Kerajaan Matraman Raya, tapi kamu belum puas juga, bahkan masih mengincar nyawaku karena permintaan Putri Ming. Baik, Raja Adi akan kulayani permainan Seruling Saktimu. Majulah, Raja Adi!” seru Raja Slamet.
Akan tetapi, sebelum pertempuran terjadi antara Raja Adi Seruling Sakti dengan Raja Slamet, tiba-tiba dari dalam rumah Mbak Ay Ming yang menggendong Putri Juwita, Miss Tami Zen yang menggendong Putri Ade keluar rumah, bersama Ijah meminta Raja Slamet untuk tidak bertempur melawan Raja Adi Seruling Sakti.
“Kanda, jangan emosi. Kanda masih terluka,” kata Mbak Ay Ming berusaha mencegah Raja Slamet.
“Benar, Kanda, sebaiknya Raja Adi diajak berunding saja. Kanda tidak harus bertempur saat ini,” kata Miss Tami Zen.
“Slamet, anakku. Bersabarlah. Jangan melayani orang marah dengan marah juga,” kata Ijah.
Melihat banyak orang ingin menahan Raja Slamet bertempur, Raja Adi Seruling Sakti tertawa terbahak-bahak, lalu berkata:
“Bagus, bagus. Kalian semua akan menjadi korban ajian BuJinku. Besiaplah kalian semua untuk mati. Ki Ning, kita habisi mereka semua!” seru Raja Adi Seruling Sakti.
BACA JUGA:
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Jenasah Niki Hilang_
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Misi Penyelamatan Keluarga Istana Matraman Raya_
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Tragedi di Istana Kerajaan Matraman Raya_
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Bencana di Istana kerajaan Matraman Raya_
SALAHUDIN JALAL TANJUNG: _Ustaz Bondan Kaja dan Bupati Kediri Menghilang_
Ternyata Raja Adi Seruling Sakti wong Solo 3 periode lebih dulu sampai ke Kediri untuk membalas dendam Putri Ming kepada Raja Slamet.
Sementara Baginda Raja Armanda yang mampu menebar ancaman kepada lawan dengan ajian Telapak Tangan Langit juga belum kelihatan muncul di Kediri.
Begitu juga Ki Ageng Batman dan Jalal serta Tanjung yang menguasai ajian Bandung Bondowoso belum sampai ke Kediri.
Padahal kedatangan Ki Ageng Batman ke Kediri untuk mengajak Ijah ibunda Salahudin untuk menghadiri pernikahan Salahudin dengan Ratu Ana Ratu Madiun di Kerajaan Madiun.
Bagaimana akhir dari kisah novel fantasi religi Salahudin Jalal Tanjung ini?
Nantikan novel serial ke enam dari Kerajasn Matraman Raya karya MJK, darii Blue Moon, Suksesi Tak Berdarah, Sayidin Panotogomo, sampai Tiga Pendekar Langit dan Salahudin Jalal Tanjung, dengan judul Adam Musthofa.
- 5 Tips Konsisten Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari agar Tetap Istiqomah
- Kajian Kitab Al-Hikam #2
- Ketum Al Washliyah: Teladani Kepemimpinan Amanah dan Keadilan Ekonomi Rasulullah
- Amal sedikit penuh kesadaran Ilahi lebih baik dari pada banyak amal dengan kesombongan diri
- Maulid Barokah Munajat kami pada MU, Yaa Allah
- Hadiah Terindah di Sepertiga Malam dan Fajar
oleh: MJK, jurnalis PJMI.

“ORDER BUKU” silahkan kontak wa saya MJK: 081266804830
*mjkr/ wi/ nf/ 040926
Views: 0






















