WARTAIDAMAN.com
Masyarakat Suku Melayu Provinsi Riau dan Kepulauan Riau punya tradisi Malam Berinai sebagai rangkaian dari prosesi pernikahan. Ritual ini bertujuan untuk menolak bala dan melindungi pengantin dari bala sebagai pertanda bahwa pengantin akan melepas masa lajangnya.
Seperti malam tradisi Berinai yang berlangsung di kediaman calon pengantin wanita Khairunnisa, S.Si puteri sulung Bapak Fajar Yusuf dari trah keturunan H. Abdulmanan yang di zamannya dikenal sebagai Penguasa Kerapatan Adat Kerajaan Rambah Gelar Datuk Presiden. Acara Berinai juga berlangsung di kediaman calon pengantin pria Renaldi Darmawan, M.Pd. Kedua acara tersebut berlangsung bersamaan hari Sabtu malam (5/7/2025) di Kota Pekanbaru dan Kampar Riau.
“Malam Berinai ini salah satu adat Melayu merupakan warisan budaya adi luhung kami dari suku Melayu Riau,” ujar Fajar Yusuf ayah kandung pengantin wanita di sela sela acara.
Kegiatan ini dilakukan pada malam sehari sebelum akad nikah dilangsungkan. Waktunya setelah salat Isya. Sebelum berinai, calon pengantin lebih dulu di tepung tawar. Menginai lebih dulu dilakukan pada jari tangan, kemudian telapak tangan, telapak kaki, dan tangan calon pengantin. Berinai dilakukan oleh ibu calon pengantin, anggota keluarga lainnya tidak ketinggalan perias pengantin wanita istilah Suku Melayu dikenal dengan Mak Andam kata Fajar Yusuf.
“Malam ini acara berinai yang diawali dengan acara khataman Al Quran pengantin wanita yang diikuti keluarga dan sahabat karibnya pengantin” kata Fajar Yusuf didampingi isterinya Dahlimar.
Pada saat acara berinai pengantin wanita yang didudukan di depan pelaminan adat Melayu yang khusus untuk acara ijab kabul diiringi musik rabana yang melantunkan lirik lagu sebagai ungkapan nasehat kepada calon pengantin.
Malam Berinai Adat Riau menjadi peristiwa yang sangat diapresiasi dan dihargai dalam menjaga kekayaan budaya masyarakat Riau. Acara ini bukan hanya sekadar upacara, tetapi juga sebuah perayaan yang memeluk warisan nenek moyang dan menghadirkan keindahan tradisi.
Pada malam yang penuh dengan nuansa keagungan dan kehangatan ini, masyarakat Riau berkumpul untuk merayakan kebersamaan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Berinai, sebuah kata yang merujuk pada prosesi henna atau tata rias yang diaplikasikan pada tangan pengantin wanita, menggambarkan kelembutan dan keanggunan dalam budaya Riau.
penulis M Ridar Harahap
Views: 170











