Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Azis Khafia: Sumpah Pemoeda 28 Oktober 1928 dan Kaoem Betawi Jakarta
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- RETORIKA AMBIGU: ROCKY GERUNG, MBG, DAN PRAGMATISME POLITIK
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
“Malam ini acara berinai yang diawali dengan acara khataman Al Quran pengantin wanita yang diikuti keluarga dan sahabat karibnya pengantin” kata Fajar Yusuf didampingi isterinya Dahlimar.
Pada saat acara berinai pengantin wanita yang didudukan di depan pelaminan adat Melayu yang khusus untuk acara ijab kabul diiringi musik rabana yang melantunkan lirik lagu sebagai ungkapan nasehat kepada calon pengantin.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (7)
- PB Al Washliyah Resmikan Sekolah Sepak Bola Washliyah Football Academy
- Pengobatan Tradisional Metode Leluhur Tatamba Kampung Bersama Tim Minyak Waras: Pendaftaran Gratis & Biaya Seikhlasnya
- Gaya Dakwah Menggembirakan, LPEK PP Muhammadiyah Sukses Gelar Muhammadiyah Stand Up Comedy di UMY
- Dari Gen Alpha hingga Gen X, Parade Penyair Jendela Puspita Gaungkan Gelora Sumpah Pemuda
- Kejurda Floorball AFI DKI 2026 Dimulai 24 Oktober: Bidik Atlet Berbakat untuk Kejurnas dan PON
- Lestarikan Budaya Nusantara, 35 Penari Muda Sanggar KR Dinisha Unjuk Gigi di Kantor Kelurahan Cipayung Jaya
Malam Berinai Adat Riau menjadi peristiwa yang sangat diapresiasi dan dihargai dalam menjaga kekayaan budaya masyarakat Riau. Acara ini bukan hanya sekadar upacara, tetapi juga sebuah perayaan yang memeluk warisan nenek moyang dan menghadirkan keindahan tradisi.
Pada malam yang penuh dengan nuansa keagungan dan kehangatan ini, masyarakat Riau berkumpul untuk merayakan kebersamaan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Berinai, sebuah kata yang merujuk pada prosesi henna atau tata rias yang diaplikasikan pada tangan pengantin wanita, menggambarkan kelembutan dan keanggunan dalam budaya Riau.
*****
penulis M Ridar Harahap
*****
Baca Juga di WARTA IDAMAN (8)
- Kiprah Mohammad Anthoni di Fase Sunyi: Merajut Ukhuwah dan Akar Sejarah PJMI
- Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia: dari tujuh pemrakarsa hingga kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Napas Perjuangan 15 Tahun PJMI: Dari Tujuh Pemrakarsa hingga Kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Songsong Milad ke-15, PJMI Siapkan Agenda Kemanusiaan dan PJMI Award
- Safrizal dan Keluarga Besar Elang Tiga Hambalang Berduka, Doa Teriring untuk Ibu Eva Novensia Kristantie, S.H.
- Pengajian KB PII Bekasi Raya: Kyai Noer Alie Ulama Pejuang Penuh Inspirasi
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

Views: 42




















