WARTA IDAMAN

Kata “hijrah” kini semakin populer dalam perbincangan generasi muda. Namun, hijrah yang sesungguhnya bukan sekadar tentang perubahan penampilan fisik atau gaya hidup yang tampak di media sosial. Secara maknawi, hijrah adalah proses perpindahan hati dan perilaku dari hal-hal yang buruk menuju hal-hal yang dicintai oleh Allah SWT.
Bagi kita yang hidup di era modern, hijrah terbesar justru terjadi dalam aktivitas harian. Tidak perlu menunggu momen besar, perubahan-perubahan kecil dalam keseharian ini menjadi penanda kuat bahwa seseorang sedang berproses menjadi lebih baik.
Berikut adalah beberapa ciri-ciri hijrah sehari-hari yang menjadi bukti nyata perubahan spiritual seseorang:
1. Perubahan Pola Pikir dan Niat (Fikriyyah)
- Orientasi rida Allah: Setiap aktivitas, mulai dari bekerja hingga belajar, kini niatnya diubah untuk ibadah demi mengharapkan rida-Nya.
- Lebih mudah bersyukur: Berkurangnya kebiasaan mengeluh saat menghadapi masalah dan lebih fokus melihat sisi baik (husnuzan) atas ketetapan Allah.
2. Peningkatan Kualitas Ibadah (Tabaddul Al-Ibadah)
- Shalat tepat waktu: Mulai merasa tidak tenang jika menunda-nunda waktu shalat, dan berusaha mengutamakan panggilan adzan di sela kesibukan.
- Rutin interaksi dengan Al-Qur’an: Adanya kerinduan untuk membaca atau mendengarkan ayat suci Al-Qur’an setiap hari, meskipun hanya satu ayat atau satu halaman.
3. Perbaikan Akhlak dan Tutur Kata (Sulukiyyah)
- Menjaga lisan: Menjadi lebih selektif dalam berbicara, serta berusaha keras menghindari kebiasaan bergosip (ghibah) maupun mencela orang lain.
- Sabar menghadapi ujian: Tidak lagi responsif atau meledak-ledak saat emosi, melainkan lebih memilih menahan diri dan beristighfar.
4. Pergeseran Gaya Hidup dan Lingkungan (Ijtima’iyyah)
- Selektif dalam pergaulan: Lebih nyaman berkumpul dengan lingkaran pertemanan yang membawa dampak positif dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
- Pakaian yang lebih syar’i: Secara bertahap mengubah cara berpakaian menjadi lebih tertutup, rapi, dan sesuai dengan tuntunan agama tanpa kehilangan kerapian.
- Meninggalkan konsumsi haram: Mulai sangat berhati-hati terhadap makanan, minuman, hingga sumber penghasilan agar benar-benar dipastikan kehalalannya.
BACA JUGA: Hijrah Nabi Muhammad SAW, Karena Perintah Allah SWT
Kesimpulan
Hijrah bukanlah sebuah titik finis yang instan, melainkan sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan proses naik dan turun. Jika Anda sudah mulai merasakan perubahan-perubahan kecil di atas dalam kehidupan sehari-hari, itu adalah tanda bahwa hidayah sedang bekerja di dalam hati Anda. Kuncinya adalah istiqamah—konsisten meskipun langkah yang diambil terasa kecil.
*****
Baca Juga di WARTA IDAMAN (8)
- Kiprah Mohammad Anthoni di Fase Sunyi: Merajut Ukhuwah dan Akar Sejarah PJMI
- Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia: dari tujuh pemrakarsa hingga kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Napas Perjuangan 15 Tahun PJMI: Dari Tujuh Pemrakarsa hingga Kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Songsong Milad ke-15, PJMI Siapkan Agenda Kemanusiaan dan PJMI Award
- Safrizal dan Keluarga Besar Elang Tiga Hambalang Berduka, Doa Teriring untuk Ibu Eva Novensia Kristantie, S.H.
- Pengajian KB PII Bekasi Raya: Kyai Noer Alie Ulama Pejuang Penuh Inspirasi
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

*mrbnj/ wi/ nf
Views: 1




















