Iwan Samariansyah, salah satu pemrakarsa dan Ketua Umum PJMI periode kedua

WARTA IDAMAN

Lima belas tahun lalu, 3 November 2011, tujuh orang duduk bersama di Jakarta dengan satu kegelisahan yang sama. Kami tidak membawa apa-apa selain niat tulus : ingin ada rumah bagi jurnalis muslim, tempat kebenaran dijaga, etika dirawat, dan nilai keislaman serta kebangsaan tetap bernapas di ruang redaksi. Saat itu kami belum tahu apakah pelita kecil yang kami nyalakan akan bertahan melewati malam pertamanya.
Hari ini, ketika PJMI genap berusia lima belas tahun, saya bersyukur menyaksikan pelita itu tidak padam. Ia bahkan menjalar, dari satu tangan ke tangan lain, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Itulah kesan terdalam saya: PJMI bukan lagi milik tujuh orang pendirinya, melainkan milik semua yang setia merawatnya.
Saya masih ingat masa-masa ketika saya dipercaya memimpin. Organisasi masih belia, administrasi belum rapi, dan jaringan belum seluas sekarang. Banyak hal kami kerjakan dengan tenaga seadanya, tetapi dengan hati yang penuh. Karena itu, melihat kepengurusan hari ini di bawah pak Ismail Lutan bergerak dengan semangat dan gagasan yang segar, saya merasa seperti orang tua yang melihat anaknya tumbuh dewasa: ada haru, ada bangga, dan ada doa yang tak putus.
Kepada para pengurus saat ini, terima kasih telah menjaga amanah ini. Kalian memikul tugas yang tidak ringan, sebab zaman yang kalian hadapi jauh lebih riuh dibanding zaman kami dulu. Informasi kini bergerak secepat kilat, kebenaran sering kalah cepat dari kebohongan, dan algoritma kecerdasan buatan mulai ikut menentukan apa yang dibaca dan dipercaya orang.
Maka izinkan saya menitipkan beberapa pesan
Pertama, jagalah ruh PJMI sebagai gerakan moral, bukan sekadar organisasi profesi. Kebesaran sebuah organisasi tidak diukur dari banyaknya acara, tetapi dari seberapa teguh anggotanya memegang kejujuran ketika kejujuran itu mahal harganya.
Kedua, rawatlah persaudaraan. Nama kita adalah Persaudaraan, dan itu bukan kebetulan. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai ia memutus silaturahmi. Organisasi bisa bertahan tanpa banyak dana, namun tidak akan bertahan tanpa saling percaya.
Ketiga, sambutlah teknologi dengan cerdas dan beretika. Kecerdasan buatan bisa menjadi alat syiar dan dakwah yang luar biasa, tetapi ia tetap alat. Jangan biarkan algoritma menggantikan nurani, verifikasi, dan otoritas keilmuan yang menjadi kehormatan seorang jurnalis muslim.
Keempat, teruskan kaderisasi hingga ke akar rumput. Program seperti Sejuta Jurnalis Masjid adalah investasi jangka panjang. Dari masjid-masjid kecil itulah kelak lahir penjaga informasi yang jernih bagi umat.
Lima belas tahun adalah usia remaja yang sedang mencari bentuk terbaiknya. Masih panjang jalan yang harus ditempuh. Saya, dari ruang penasihat, akan terus mendoakan dan menemani sebisa saya hingga Allah menetapkan waktu saya di dunia berakhir.
“Selamat milad ke-15, PJMI. Teruslah menyala, teruslah tegak, dan teruslah menjadi rumah bagi kebenaran.“
Oleh: Iwan Samariansyah
* Salah satu pemrakarsa/ pendiri PJMI dan Ketua Umum PJMI periode kedua
*****
tulisan ini dari WARTA IDAMAN, sebagai penghormatan dan penghargaan atas 15 tahun PJMI, kepada Pemrakarsa, Pendiri, Tokoh, Pengurus, dan Senior di PJMI/ Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia. TERIMAKASIH atas perjuangan dan pengorbanannya. JAZAKALLAH KHAIRAN
#MohammadAnthoni #IwanSamariansyah #IsmailLutan #15TahunPJMI #MiladPJMI
Terima kasih telah membaca artikel ini. Dapatkan artikel menarik lainnya di sini.
Dukung terus WARTA IDAMAN – Berita Semesta "Syiar Hijrah".
Silakan berikan komentar yang membangun pada kolom di bawah ini.
Jangan lupa membagikan artikel ini ke media sosial Anda melalui tombol bagikan di bawah!
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Tiga Tingkatan Himmah (Keinginan) pada Diri Manusia
- PB Al Washliyah Resmikan Sekolah Sepak Bola Washliyah Football Academy
- Kiprah Mohammad Anthoni di Fase Sunyi: Merajut Ukhuwah dan Akar Sejarah PJMI
- Napas Perjuangan 15 Tahun PJMI: Dari Tujuh Pemrakarsa hingga Kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia: dari tujuh pemrakarsa hingga kepemimpinan Mohammad Anthoni, Iwan Samariansyah, dan Ismail Lutan
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- UNAS Gelar ICGI ke-3, Soroti Polycrisis Global dan Pentingnya Ketahanan Dunia Menuju 2030
- Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Keras Serangan terhadap Bandara Riyadh, Desak Perlindungan Jamaah Umrah dan WNI
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

iwsa/ wi/ nf/ 311026: iwan sams
Views: 2


















