Dr.H.M.Suaidi,M.ag.
فَسادٌ كَبيرٌ عالِمٌ مُتَهَتِّكٌ … وَأَكبَرُ مِنهُ جاهِلٌ مُتَنَسِّكُ
Ungkapan fasad kabir ‘alim mutahat bermakna kerusakan besar akibat orang berilmu yang gemar berbuat maksiat, serta bahaya orang bodoh yang rajin beribadah tanpa ilmu. Bait syair hikmah ini sering dinisbatkan kepada Imam Syafi’i atau tercantum dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Sekh al-Zarnuji.
Kerusakan Besar(فاسد كبير ): Situasi rusak parah ketika seseorang yang paham agama atau berilmu justru melanggar aturan dan berbuat fasik (mutahatrik), sehingga perilakunya ditiru orang lain. Berilmu tanpa malu hilang rasa takut kepada Allah akibatnya berbuat salah tanpa merasa salah bersikap eksklusif merasa paling benar dan cendurung tidak beradab.
Kerusakan ya lebi parah ditimbulkan orang bodoh (جاهل متنسك) yang rajin beribadah atau berlagak alim (mutanasik) tetapi tidak punya dasar ilmu yang benar. Adapun orang bodoh itu banyak membawa mufsadat dalam kehidupan beragama sebaimana ditegaskan Syeh Abd Qadir al- jailani :
من عبد الله على جهل كان ماافسده اكثر مما اصلحه
Orang yang beribadah kepada Allah SWT. dalam kebodohan sering sering membawa kerusakan dari pada kemaslahatan.
Keduanya menjadi cobaan dan sumber kesesatan bagi masyarakat luas yang keliru menjadikan mereka teladan dalam beragama.
Imam As-Syafi’i menyebut ulama yang fasik dan tidak tahu malu sebagai musibah bagi masyarakat. Tetapi yang lebih berbahaya dari ulama yang fasik, kata Imam As-Syafi’I, adalah orang bodoh yang saleh. Mau dibawa ke mana masyarakat ketika menjadikan orang bodoh meski saleh dan zuhud sebagai imam dan panutan?.
Muga bermanfaat.
*anwi/ wi/ nf/ 250726
Views: 7








