Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Danrem 072/Pamungkas Ajak Mahasiswa Pesantren Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
- Jawaban Lengkap Menhaj soal Pengangkatan Tenaga Ahli dan Awal Pembentukan Kemenhaj
- Kemenhaj dan Kementerian Kebudayaan Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa
- Hadiri Istighosah Kebangsaan Hari Santri 2026, KH Zaitun Rasmin: Semangat Resolusi Jihad Harus Terus Hidup untuk Menjaga Persatuan Bangsa
- Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Ketum PB Al Washliyah Sampaikan 4 Pesan
- Kapolda Gorontalo Beri Penghargaan kepada 26 Personel Berprestasi dalam Penindakan Tambang Ilegal
Kegiatan yang diadakan di Islamic Centre KH Noer Alie ini dihadiri Dr. Farid Saenong (Staf Ahli Menteri Agama RI), KH. Ahmad Syaikhu, S.Ak, M.M. (Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Islam Islamic Centre Bekasi), Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA. (Ketua Yayasan Attaqwa Bekasi), Perwakilan Plt Bupati Bekasi, Perwakilan Walikota Bekasi, Ketua Kopertais II Wilayah Jawa Barat, dan seluruh Wisudawan beserta pendamping dan keluarga.
Kemitraan Strategis
Ahmad Syaikhu dalam kesempatan ini mengatakan upaya kemitraan strategis dengan berbagai lembaga, termasuk IAN Bekasi akan memperkuat ekosistem keumatan. “Sinergi antara perguruan tinggi, pesantren, masjid, Islamic Centre, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu dibangun secara berkelanjutan untuk memperkuat jejaring dan ekosistem keumatan” ujar Wakil Walikota Bekasi 2013-2018.
Syaikhu menilai tantangan yang dihadapi umat saat ini tidak dapat diselesaikan apabila setiap elemen berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya kolaborasi daripada persaingan yang justru berpotensi melemahkan kekuatan umat. “Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Tantangan umat terlalu besar jika dikerjakan secara parsial. Kita membutuhkan kolaborasi, bukan kompetisi yang saling melemahkan,” tegas Presiden PKS 2020-2025.
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Azis Khafia: Sumpah Pemoeda 28 Oktober 1928 dan Kaoem Betawi Jakarta
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- RETORIKA AMBIGU: ROCKY GERUNG, MBG, DAN PRAGMATISME POLITIK
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
Views: 14




















