
WARTA IDAMAN

Jakarta –
Indonesia kembali berduka terutama masyarakat Jakarta dan sekitarnya, atas berpulangnya sosok panutan umat,Ahad pagi 18 Oktober 2026 kiyai Syuqron Makmun, ulama asal Madura yang meniti jalan dakhwahnya di tanah Betawi. Sejak masih kanak-kanak saya sudah mendengar ceramah kiyai Syuqron Makmun di berbagai masjid dan mushola di Jakarta, penyampaiannya yang lugas, tegas dan lantang membuat kita termotivasi dan terinspirasi untuk amar ma’ruf nahi munkar. Retorika dakhwah serta materi dakhwahnya yang padat dan berisi membuat ia disebut sebagai ‘Asadul mimbar’ atau Singa mimbar.
Berdasar penuturan Amarullah Asbah (Bang Wo), tokoh NU dan Politisi Betawi kepada saya saat kongkow sore di gedung Ciks Jakarta. Ketika bercerita tentang tokoh NU di Jakarta, Bang Wo menuturkan tentang perjalanan kiyai Syuqron Makmum, katanya. Kiyai Syuqron sosok pekerja keras dan ulet, waktu masih muda dia ngabdi di rumah kiyai Idham Cholid, saban pagi numbakin keleyang (daun kering) di halaman kiyai Idham. Berkat ke’alimannya ia mendapat kepercayaan oleh Haji Abdurahman untuk ngajar ngaji di daerah Senayan (senopati sekarang). Dari sinilah kemudian ia terus mengembangkan majelisnya menjadi Pondok Pesantren Darul Rahman, yang saat ini telah berkembang pesat, memiliki beberapa cabang dan alumni uang tersebar di Indonesia.
Melek Politik
Kiyai Syuqron bukan hanya ‘alim dalam ilmu agama, ia juga memiliki wawasan politik yang cukup panjang, selain di NU dan PPP, pada masa reformasi ia menjadi pendiri Partai Kebangkitan Umat (PKU) sebagai ikhtiar politik bagi suara kaum Nahdhiyin.
Kiyai Syuqron Makmun memiliki relasi yang kuat dengan ulama dan tokoh betawi sejak masih muda, karenanya ia pun diminta oleh tokoh Betawi, haji Nuri Tahir dan lainnya agar kiyai Syuqron mau menkhodai Forum Ulama
Forum Ulama dan Habaib Betawi (FUHAB), yang kemudian bermetamofose msnjadi Forum Ulama dan Habaib Jakarta (FUHAB Jakarta), guna melebih memperluas jangkauan dan jaringan dakhwahnya.
Singkatnya kiyai Syuqron Makmun adalah sosok juru dakhwah yang istiqomah dalam beramar ma’ruf nahi munkar dan menjadi panutan umat hingga diakhir hayatnya. Kita semua sangat kehilangan ulama panutan yang memiliki kiprah dan jejak dakhwah yang membekas di hati umat, selamat jalan kiyai, kiprah dan jejakmu akan menjadi semangat dan peta jalan kami. Demikian disampaikan Azis Khafia, Ketua bidang Dakhwah MUI Jakarta selatan dan Sekretaris bidang sosial politik Permata MHT.
*****
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN Berita Semesta
- Azis Khafia : Kiyai Syuqron Makmun, Singa Mimbar Indonesia telah Berpulang Ke Rahmatullah
- Forkomnas Ormas Islam Nasional Sampaikan Sikap atas Tiga Isu: Serangan ke Tanah Suci, Pelarangan Jilbab, dan Rencana Konser
- Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Universitas Paramadina Soroti Pentingnya Penguatan Fondasi Komunikasi Publik & Komunikasi Empati
- [CEK FAKTA] TNI Siapkan Strategi Terjun Payung Langsung ke Titik Api, Apakah Benar?
- TABAYYUN DI ERA AI, REALITAS MEDIA TIDAK SAMA DENGAN REALITAS SOSIAL
- Diresmikan 9 Oktober, Masjid Annur Siti Aminah Jadi Pusat Pembinaan Mualaf di Pedalaman Donggala
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

anwi/ pjmi/ wi/ nf/ 181026: anugrah
Views: 0



















