
WARTA IDAMAN

JAKARTA
Di era kecerdasan buatan atau Artifisial Intlegence (AI), informasi bisa tersebar dalam hitungan detik. Bahkan, suara dan wajah seseorang dapat ditiru hingga membuat informasi yang keliru tampak seolah-oleh nayata dan meyakinkan. Lantas, bagaimana kita menyikapinya?
Pada khutbah Jumat (16/10) di masjid Ar Raudhah, Ragunan Jakarta selatan, Ketua bidang Dakhwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Selatan mengajak umat Islam untuk mengamalkan setidaknya dua prinsip, yakni prinsip Menjaga lisan, tulisan dan prinsip filtrasi dan klarifikasi ( tabayyun). Prinsip pertama diawali dengan menjaga (memproteksi) diri dari segala ucapan, tulisan yang berdampak buruk bagi orang lain. Sesuai pesan Nabi SAW; “Jika engkau beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau diam saja”. Kemauan dan kemampuan menjaga ucapan (komen baik lisan maupun tulisan) merupkan wujud keimanan yang baik.
Kedua, prinsip klarifikasi (Tabayaun) yaitu memeriksa dan memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 6, kita diperintahkan untuk meneliti kebenaran berita agar tidak menimbulkan kerugian dan penyesalan.
Setidaknya ada tiga langkah penting yang perlu kita terapkan:
Periksa sebelum percaya. Pastikan sumber informasi jelas, tepercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Periksa sebelum membuat. Jangan membuat atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih jika berkaitan dengan persoalan agama.
Periksa sebelum menyebar. Tidak semua informasi yang benar harus disebarkan. Pertimbangkan manfaat dan dampaknya bagi orang lain.
Mari jadikan prinsip tabayyun sebagai pedoman dalam bermedia sosial. Gunakan teknologi dengan bijak, jaga lisan dan tulisan, serta jangan sampai menjadi bagian dari penyebaran hoaks, fitnah, dan informasi yang menyesatkan.
Saring sebelum sharing, tabayyun (klarifikasi) sebelum menyebarkan. Sebab, setiap informasi yang kita sampaikan membawa tanggung jawab.
Demikian sekilas materi khutbah Jumat 16 oktober 2026 di Masjid Ar Raudhah simpang Ragunan Jakarta selatan. Muadzin Kasat Intel Polres Jakarta Selatan, Khotib Ketua bidang Dakhwah MUI Jaksel, Dr. H. Azis Khafia.
*****
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN Berita Semesta
- TABAYYUN DI ERA AI, REALITAS MEDIA TIDAK SAMA DENGAN REALITAS SOSIAL
- Diresmikan 9 Oktober, Masjid Annur Siti Aminah Jadi Pusat Pembinaan Mualaf di Pedalaman Donggala
- “Berikan Kami Napas”: Sekolah Sirkular Serukan Perlindungan Hak Anak atas Udara Bersih
- Teori Ibnu Khaldun Uji Ketahanan Negara: Kunci Bukan Hanya Ekonomi dan Militer
- FPPJ Mengapresiasi Pramono Perkuat Kolaborasi BUMD-BUMN, Fokus pada Manfaat bagi Warga
- DKM ASTRA HONDA MOTOR, HADIR LANGSUNG KE LOKASI TERDAMPAK BENCANA SERAHKAN BANTUAN KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA GEMPA BUMI DI NUSA TENGGARA TIMUR
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

anwi/ pjmi/ wi/ nf/ 161026: anugrah
Views: 0


















