Kajian Kitab Al- Hikam

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.

 

 

Kajian Kitab Al-Hikam adalah pembahasan kitab tasawuf klasik karya Sekh Ibnu Atha’illah al-Sakandari yang berisi aforisme atau kata-kata mutiara jiwa. Kitab ini menjadi panduan rohani bagi para penempuh jalan Ilahi (salik) untuk menyucikan hati, mengenal Allah (ma’rifat), dan melejitkan kesadaran spiritual dari ketergantungan dunia

Pokok Bahasan Utama
Penyucian Hati: Membersihkan niat dan amal dari sifat ria serta ujub.

Tawakal Sejati: Tidak menyandarkan harapan pada amal ibadah sendiri melainkan pada karunia Allah.

Keseimbangan Sikap: Menerima takdir, ujian, nikmat, maupun cobaan dengan lapang dada.
Makna Syariat dan Hakikat: Menyelami esensi ibadah lebih dalam dari sekadar gerakan lahiriah.

Pasal pertama dari Kitab Al-Hikam karya Sekh Ibnu Athaillah al-Sakandari membahas tentang larangan menyandarkan diri pada amal ibadah. Inti pesan ini adalah agar hamba tidak sombong atau merasa pasti masuk surga karena amalnya, melainkan tetap bergantung penuh pada rahmat Allah.

مِنْ عَلاَمَةِ الاِعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ، نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُودِ الزَّلَلِ

Di antara tanda-tanda orang yang senantiasa bersandar kepada amal-amalnya, adalah kurangnya rasa harap (kepada rahmat Allah) ketika ia berbuat kesalahan.

Poin Penting Penjelasan (Syarah)
Arti Bersandar pada Amal: Mengandalkan amal saleh, salat, atau kebaikan sendiri sebagai penentu utama keselamatan, bukan karunia Allah.

Tanda Terjadinya: Saat seseorang jatuh dalam dosa atau kesalahan (zallal), ia merasa putus asa dan mengira Allah tidak lagi mengampuninya karena amalnya rusak.

Pelajaran Utama:
Amal ibadah hanyalah wujud syukur atas nikmat Allah.

Masuk surga dan ampunan murni karena luasnya rahmat Allah, bukan karena jumlah amal kita.
Saat berbuat salah, segeralah bertobat dan jangan berputus asa dari rahmat-Nya.

Rasulullah saw. bersabda:

لا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللهِ

Artinya, Tidak ada amalan seorang pun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah (HR Muslim).

والله اعلم

 

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 130826

Views: 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SPACE IKLAN

SPACE IKLAN