Ketua Umum FK-UMKM-RI Wahyu Raja Intan: Pembangunan UMKM tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

JAKARTA,  — Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Republik Indonesia (FK-UMKM-RI) mendorong penguatan ekonomi rakyat melalui pengembangan program terpadu Rumah Sehat, Rumah Tani, dan Rumah Sembako. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan kesejahteraan masyarakat dari sisi kesehatan, pangan, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro dan kecil.
Ketua Umum FK-UMKM-RI Wahyu Raja Intan mengatakan, pembangunan UMKM tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menurut dia, UMKM memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen penguatan ketahanan sosial.

“Pendekatan pembangunan UMKM harus menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, kami mengusung konsep Isi Perutnya, Isi Kantongnya, Isi Ilmunya sebagai arah kebijakan pemberdayaan,” kata Wahyu Raja Intan di Jakarta, Kamis 25/12/25.

Program Rumah Sehat difokuskan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi kesehatan, lingkungan bersih, serta penguatan UMKM yang bergerak di sektor kesehatan dan layanan pendukung. Melalui program ini, UMKM diharapkan dapat berkontribusi dalam penyediaan produk dan jasa yang mendukung gaya hidup sehat.

Sementara itu, Rumah Tani diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian rakyat. Program ini mencakup pendampingan petani dan UMKM berbasis pertanian, mulai dari peningkatan produksi, pengolahan hasil, hingga akses pasar. Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya terserap, tetapi juga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Adapun Rumah Sembako bertujuan menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok bagi masyarakat. Melalui jaringan UMKM distribusi pangan, program ini diharapkan mampu membantu stabilisasi harga sekaligus memperluas peran pelaku usaha kecil dalam sistem distribusi pangan nasional.

Selain sektor produksi dan distribusi, FK-UMKM-RI juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Berbagai program pendidikan dan pelatihan disiapkan untuk pelaku UMKM, termasuk literasi keuangan, manajemen usaha, serta pemanfaatan teknologi digital.

“UMKM akan sulit berkembang jika hanya didorong dari sisi permodalan. Penguatan pengetahuan dan keterampilan menjadi kunci agar UMKM bisa berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Wahyu Raja Intan.
FK-UMKM-RI berharap program Rumah Sehat, Rumah Tani, dan Rumah Sembako dapat diimplementasikan secara luas melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta lembaga pendidikan. Dengan pendekatan tersebut, UMKM diharapkan semakin berperan sebagai pilar utama ekonomi nasional dan instrumen pemerataan kesejahteraan.
*JPN com /Flandy /Fajar

 

 

 

 

 

 

*warain/ pjmi/ wi/ nf/ 251225

 

Views: 71

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SPACE IKLAN

SPACE IKLAN