JAKARTA – Semangat kemerdekaan Indonesia yang ke-81 terasa begitu hidup di lingkungan SD Angkasa 12 yang berlokasi di Jl Gatot Kaca II,Komplek Dirgantara II Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Tidak hanya melalui upacara bendera yang khidmat 17 Agustus 2026, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Ardhya Garini ini juga merayakan momen bersejarah tersebut dengan gelaran “Lomba Hari Kemerdekaan” yang penuh warna dan keakraban.
Bertemakan “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, acara lomba yang digelar pada Selasa (18/8/2026) ini dirancang khusus untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini melibatkan kolaborasi tiga pilar pendidikan: siswa, guru, dan orang tua murid, menciptakan atmosfer kegembiraa.
Variasi Lomba Sesuai Jenjang Usia
Panitia lomba kolaborasi guru, karyawan dan orangtua murid telah menyusun rangkaian perlombaan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Untuk siswa kelas 1, 2, dan 3, kompetisi difokuskan pada motorik dan kerjasama tim sederhana melalui Lomba Estafet Bendera, Menyusun Gelas, dan Estafet Spons Air. Sorak-sorai penonton terdengar riuh setiap kali peserta berusaha menyeimbangkan spons berisi air atau berlari membawa bendera merah putih.
Sementara itu, tantangan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 menuntut koordinasi dan ketelitian yang lebih tinggi. Mereka bersaing dalam Lomba Estafet Bambu dan Bola Pingpong, Estafet Air dengan Bergandengan, serta Estafet Memindahkan Air dengan Kepala. Jenis-jenis lomba tradisional ini bukan sekadar hiburan, melainkan media pembelajaran karakter tentang sportivitas, kesabaran, dan pentingnya saling mendukung antar teman.
Kolaborasi Guru dan Orang Tua: Puncak Kegembiraan
Momen paling dinantikan sekaligus menjadi puncak kehangatan acara adalah sesi Lomba Guru dan Orang Tua Murid. Dalam sesi ini, sekat antara pendidik dan wali murid seolah lebur dalam tawa dan semangat kompetisi yang sehat.
Dua jenis lomba yang digelar, yaitu Memasukkan Sumpit ke Dalam Botol dan Memindahkan Ring Menggunakan Sedotan, berhasil memancing antusiasme luar biasa. Para guru, orangtua , terlihat begitu serius namun tetap ceria saat berusaha menyelesaikan tantangan tersebut. Kehadiran orang tua dalam arena lomba ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekosistem sekolah, sekaligus mempererat komunikasi informal antara rumah dan sekolah.
“Merdeka dalam kebersamaan, menang bersama dalam kegembiraan!” Demikian tema lomba kemerdekaan tahun ini dan hal itulah yang benar-benar terwujud di lapangan. Tidak ada yang merasa kalah atau menang secara mutlak; yang ada hanyalah rasa persaudaraan yang menguat.
Pendidikan Karakter Lewat Permainan
Kepala Sekolah SD Angkasa 12, Fahrul Ihwan, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan semacam ini adalah bagian integral dari pendidikan karakter. Melalui permainan tradisional yang sarat nilai filosofi, anak-anak belajar tentang kepemimpinan, kekompakan, dan ketahanan mental tanpa tekanan akademis.
Gelaran lomba HUT RI ke-81 di SD Angkasa 12 Halim Perdanakusumah membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan di lingkungan pendidikan dapat dikemas secara elegan, informatif, dan menyenangkan. Ia meninggalkan kesan mendalam bahwa kemerdekaan sejati juga berarti kebebasan untuk bergembira bersama, saling menghargai, dan membangun ikatan sosial yang kuat demi masa depan generasi penerus bangsa.(AW)
*anwi/ wi/ nf/ 190826
Views: 3







