MILAD 66 AKTIVIS KIRI ISTI NUGROHO INDEMO

 

WARTAIDAMAN.com 

 

Peluncuran 6 kitab Milad 66 Isti Nugroho akrivis kiri Indemo (Indonesian Demokrasi Monitor) Pimpinan dr Hariman Siregar (Tokoh Malari) bertema ” di TIM Cikini, Menteng, Jakarta, 30 Juli 2026 malam.

Disaat potong Tumpeng bang Hariman ber ucap Bismillahirohmanirohim spontan bikin terkejut dan senyum sahabatnya Bursah Zarnubi Bupati Lahat yang punya kesamaan Populis Independen bilang, lho ..sudah lama tak baca Bismilah sehingga spontan juga hadirin ketawa.

Mungkin Karna Komunitas Indemo terkesan sekuler kiri sehingga langka religius, Hariman sudah 5 kali berhaji sejak Mentri agama Alamsyah.

Bursah yang juga Pimpinan Fahmi (Forum Alumni HMI) dalam sambutannya mengatakan, Saya tahu info Isti ditangkap di Jogja karna edar kitab pramudya Anantur.
Saya kadang kiri kanan yang kagum pada Ayatulah Khomeini, Fidel Kastro.
Saya dianggap Eka (Extrem Kanan) tapi ditangkap dituduh PKI hanya karna diskusi dengan HM Fatwa.

Sadar untuk berkuasa hanya via Parpol akhirnyasaya ke Partai Bintang Reformasi dan Hariman tetap tidak berparpol.
Isti dipercaya Hariman di Indemo yang sama sama oposisi dengan Humanika Pimpinan Andryanto.

Tiap zaman punya kisah dan Isti yang berani resiko yaqin akhirnya keadilan akan datang, disadari banyak Aktivis idealis hidup susah namun karna banyak rekan sehingga hidupnya terbantu.

Sambutan Dokter Hariman Siregar tokoh Malari juga seperti Bursah di zanan Orba 1984 mendapatkan info yang sama Isti ditangkap di Jogja 8 tahun dipenjara di Nusakambangan.

Karya tulis Pramudya kisah bumi manusia, Rumah kaca, Anak Bangsa,
Pramudya dari Penjara Puo Buru pasien nyeri Hernia andalkan obat Norit dari Penjara Pulo Buru.
Ingin berobat takut dibunuh ABRI akhirnya datang ke RS saya operasi
namun yang operasi tak tahunya dokter ABRI sembuh.

Isti ke DKI jumpa Agus Lenon, Amir Husen Daulay, Beator yang bongkar Ijasah asli Presiden Jokowi di
Pasar Pramuka yang akan dijadikan Situs karna banyak jasanya Cetak Ijjazah palsu Kabinet.

Alhamdulilah sejak Presiden Habibi bebaskan Ham PKI berkeliaran tidak ditangkap.
Karna jihad perlu wadah akhirnye kita bikin Indemo non parpol dan Bursah bikin Humanika.
Dirasa gerakan kita tanggung tanpa parpol, akhirnye Rahman Toleng bikin parpol juga.
Seharusnya kita konsisten sehingga mantap ber parpol.
Isti konsisten sehingga tak jadi Mentri tak seperti Iwan Sumule Wamen Entas kemiskinan.

Sebelon Tumpeng dan Puisi Milad Isti didampingi keluarganya, disambut Iwan Sumule Wamen Kelautan dan perikanan mengatakan, Hanya karna beda karang kitab Isti dipenjara.
Ringan pernyataan Wamen Iwan Sumule seolah tiada pernah ada peritiwa pemberontakan pembantaian PKI terhadap ribuan muslim dan 6 Pahlawan Revolusi. * Mahdi

 

 

 

 

 

*madjpu/ wi/ nf/ 310726

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SPACE IKLAN

SPACE IKLAN