JAKARTA – Memasuki Agustus bulan kemerdekaan,
Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi GIBAS) DKI Jakarta yang dipimpin oleh Raden Aria Rifaldy menggelar kegiatan Ziarah Qubro dan Tabur Bunga ke dua situs bersejarah di Ibu Kota, yakni Makam Pangeran Jayakarta dan Makam Habib Husein bin Abu Bakar Al-Aydrus (Luar Batang). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026 bertepatan tanggal 18 Safar 1446 , ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penghormatan terhadap para pendiri dan tokoh sejarah yang telah mewakafkan hidupnya bagi tanah air.
Ketua GIBAS DKI Jakarta, Raden Aria, menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan wujud nyata “Salam Cinta Damai” dan kecintaan terhadap negeri. Melalui kunjungan ke makam Pangeran Jayakarta—salah satu pahlawan Betawi yang gigih melawan kolonialisme—dan Habib Husein Luar Batang yang dikenal dengan karamah serta dedakasinya menyebarkan Islam secara damai, GIBAS ingin mengingatkan kembali akar sejarah perjuangan bangsa.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Bersama pengurus dan anggota kami mendoakan para leluhur, dan mempererat ukhuwah,” ujar Raden Aria.
Acara yang dimulai pukul 18.30 WIB ini akan dimulai dengan titik kumpul di Makam Pangeran Jayakarta, Jl. Jatinegara Kaum No.49, Jakarta Timur, sebelum berlanjut ke Makam Habib Husein di Jl. Luar Batang V, Penjaringan, Jakarta Utara. Pemilihan waktu malam hari dipilih agar suasana ziarah lebih khidmat dan memungkinkan peserta merenungkan makna kemerdekaan di tengah keheningan malam.
Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan adab, GIBAS juga menetapkan ketentuan berpakaian seragam bagi seluruh peserta. Pria diwajibkan mengenakan baju GIBAS lengkap dengan kopiah, sementara wanita menggunakan baju GIBAS dengan kerudung. Keseragaman ini dimaksudkan untuk menampilkan wajah umat yang tertib, disiplin, dan menghormati tempat suci.
Langkah GIBAS DKI Jakarta ini sejalan dengan semangat menjaga memori kolektif bangsa di era modern. Di tengah arus globalisasi yang kerap mengikis identitas lokal, ziarah ke makam para tokoh sejarah menjadi cara efektif untuk mentransfer nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda. Semoga melalui doa dan renungan di situs-situs bersejarah tersebut, semangat kemerdekaan tetap menyala dan membawa keberkahan bagi Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.(AW)
*anwi/ wi/ nf/ 010826
Views: 0








