
WARTA IDAMAN

Jakarta
Halaqah keummatan Ormas dan lembaga keagamaan se Jakarta Selatan diselenggarakan di gedung keummatan MUI Jakarta Selatan , Kamis 24 september 2026. Halaqoh bertema ‘Sinergirtas ulama dengan Umara dalam memperkuat ketahanan dan kemaslahatan umat”. Hadir pada halaqoh tersebut antara lain ; Walikotamadya Jakarta selatan Syafrin Liputo, kiyai Nawawi Halim (Ketua MUI Jakarta selatan) Doktor Marullah Matali (pembicara), Azis Khafia (moderator) serta pimpinan Ormas dan lembaga Islam se Jakarta Selatan. Halaqah ini bertujuan untuk menguatkan silaturahmi dan sinergitas antara ormas islam dengan pemerintah kota jakarta selatan dalam pelayanan kepada masyarakat (khodimul ummah). Ulama dan umara adalah dua pilar penting dalam membina dan melayani umat, sehingga kemitraan strategis harus terus dibangun.
Sayyidina Ali bin Abi Tahlib menegaskan bahwa ada 4 Pilar Penyangga tegaknya sebuah Negara, yaitu ;
Ilmunya para ulama: Orang berilmu dan para ulama membimbing masyarakat dengan pengetahuan yang benar agar tidak tersesat.
Keadilan pemimpin (umara): Pemimpin yang adil menegakkan hukum secara objektif dan melindungi rakyatnya.
Kedermawanan orang kaya (aghniya): Kepedulian sosial dan harta dari orang mampu membantu pemerataan serta mengurangi kesenjangan.
Doa orang fakir: Ketulusan doa dari kaum fakir miskin yang dekat dengan Allah mendatangkan keberkahan dan perlindungan bagi negeri.
Bila ulama dan umaranya sudah saling menguatkan maka pilar yang ketiga dan keempat akan berjalan beriringan.
Halaqoh keummatan merupakan kemitraan sudin lingkungan hidup kota jakarta selatan dengan MUI Jakarta selatan yakni Bidang ukhuwah dan kerukunan umat beragama. Ini bukti nyata sinergitas yang sudah terbangun. Kiyai Nawawi Halim mengajak kepada semua pihak untuk menguatkan jalinan kebersamaan dan tidak terjebak pada framing dan hoax yang memecah belah umat…
Syafrin Liputo menyampaikan pesan antara lain ; selaku walikota dan jajarannya (Umara) menjalankan kebijakan dan pelayanan publik dan ulama membina mental dan akhlak publik.
Jika umara dan ulama bergandeng tangan maka Pondasi kedamaian masyarakat akan kokoh
Lebih lanjut Syafrin menitipkan penguatan pesan dengan tiga ukhuwah yaitu; Ukhuwah Islamiyah, memperkuat posisi umat islam. Berbeda metode dakhwah, namun bertujuan sama yakni mncerdaskan umat
Ukhuwah wathoniah, menyatukan semangat keagamaan dan kebangsaan
Ukhuwah bashariyah, untuk sesama manusia sesama umat saling meningkatkan kepedulian sosial.
Ia juga berharap kepada semua peserta halaqoh untuk mengajak kepada umat agar mengedepankan Prinsip dialog dan musyawarah.
Menyikapi perbedaan dengan bijak. Semoga halaqoh menghasilkan rekomendasi yang aplikatif untuk umat. Marullah Matali mengajak agar ulama dan Umara harus kompak karena keduanya adalah saudara kembar, katanya ; al ‘ulama wal umara tau ‘amani (ulama dan umara adalah saudara kembar), artinya bahwa keduanya harus saling menguatkan dan berjalan beriringan.
*****
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN Berita Semesta
- MUI Jakarta Selatan Gelar Halaqah Ormas Islam
- Perkuat Kompetensi Dakwah dan Media, Mahasiswa IAN Bekasi Ikuti PPL di PP Muhammadiyah
- Maulid Nabi di UIA, Dailami Firdaus: Kita Harus Dekat dengan Alquran
- Rumah Zakat dan PLN IP UBP Kamojang Salurkan Bantuan Bahan Bangunan untuk MCK Darurat di Manggarai Timur, NTT
- Fasli Jalal Harap PKBM Merangkul Anak Putus Sekolah, Korban Bullying, hingga Pekerja Anak melalui Pendidikan Berbasis Teknologi
- Anugrah Widhy, S.Fil.I., Gr.: Disiplin dan Hormat pada Guru Itu Keren
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com

*anwi/ pjmi/ wi/ nf/ 240926
Views: 0



















