Beranda / KOLOM / PMA, Kunci Batam menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera

PMA, Kunci Batam menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera

1
Dalam situasi seperti ini dimana ada masalah daya beli (konsumsi lemah), kebijakan ekonomi harus inovatif dan terus mencari alternatif. Tidak bisa pemerintah bertahan hanya dengan kebijakan sosial yang “inward looking” dan menghabiskan dana pajak dan apbn secara kurang atau bahkan tidak produktif. Program sosial yang berlebihan sekarang merefleksikan Indonesia menjelma menjadi salah negara sosialis terbesar di dunia. Argumen untuk kesejahteraan sosial tidak salah, tetapi meleset dalam kebijakan pertumbuhan ekonomi bisa salah kaprah.

2
Sebaliknya, negara tetangga seperti Vietnam bertransformasi sebagai negara komunis menjelma menjadi negara state capitalism, yang sangat berorientasi kepada pasar, market economy. Ini yang menjadi kunci keberhasilah negara ini mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 7-8 persen. Indonesia tidak akan pernah mencapai tingkat pertumbuhan 7-8 seperti dijanjikan jika menghindari kebijakan investasi dan ekspor, yang bererientasi ke luar. Kuncinya sederhana, tiru vietnam saja, yang sekarang berhasil mendorong perekonomiannya bertumbuh tinggi.

3
Dulu pertengahan 1980-an terjadi revolusi Edsa yang menumbangkan regim Marcos di Filipina. Manila waktu itu relatif jauh lebih maju daripada Jakarta, Hanoi dan kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara. Tetapi karena revolusi kota Manila tidak stabil, yang kemudian menyebabkan investasi tumpah keluar dan utamanya lari ke Jakarta. Masalah di satu negara bisa menjadi peluang di negara lain. Indonesia mengambil kesempatan ketika terjadi peristiwa besar tersebut.

4
Momentumnya sangat tepat karena Indonesia sedang bergiat menarik investasi dengan melakukan kebijakan “structural adjustment” agar ekonomi bersaing dan berorientasi keluar. Lingkungan bisnis dan investasi diperbaiki. Birokrasi yang rusak semisal bea cukai dipotong habis agar ekspor impor barang lancar. Ekspor didorong dengan berbagai insentif, baik dari kredit dan fasilitas bantuan negara dalam bentuk promosi dan bantuan non-finansial lainnya melalui kedutaan besar.

5
Hasilnya ekonomi Indonesia tahun 1980-an dan 1990-an bertumbuh 7-8 persen. Ini terjadi tidak lama setelah Indonesia baru digerogoti mega korupsi pertamina di bawah ibnu sutowo. Indonesia hampir bangkrut pada tahun 1979. Dengan kebijakan yang tepat, ekonomi yang bangkrut karena korupsi berhasil bangkit dengan pertumbuhan tinggi. Indonesia pada waktu itu kemudian dijuluki “new asian tiger”.

6
Peristiwa yang sama tetapi lebih dahsyat terjadi sekarang dimana Timur Tengah. Kawasan yang berkembang sangat maju mengalami eskalasi ketegangan geopolitik naik turun dalam keamanan dan pertahanan. Hal ini tetap krusial di kawasan ekonomi tersebut karena meskipun ketegangan sudah reda tetapi ketidakpastian keamanan masih tetap tinggi. Ketegangan geopolitik seperti ini bisa mendorong sebagian investor keluar atau setidaknya melakukan diversifikasi geografis.

7
Dubai, Abu Dhabi, atau Qatar tidak memang sedang mengalami eksodus investasi besar-besaran. Tetapi gerak investasinya pasti melambat. Peluang alternatif pergeseran investasi karena masalah geopolitik ini sebenarnya bisa menempatkan Indonesia menerima luapan gerak investasi tersebut. Di dalam rancangan kebijakan ekonomi, kawasan Batam dan sekitarnya bisa dan seharusya dapat diposisikan sebagai alternatif investasi Asia yang aman, dekat Singapura dan murah. Hanya saja pemerintah bisa atau tidak membangun kebijakan yang menjamin kepastian hukum dan regulasi yang baik serta aman untuk investasi.

8
Pilih saja fokus kebijakan ke Batam, kawasan ekonomi sudah direncanakan maju mengikuti Singapura sejak tahun 1980-an oleh Prof. Habibie. Sekarang sudah cukup maju dan berkembang lelbih dari kotga-koa propinsi sekitaranya. Tetapi masih jauh dari yang diharapkan, apalagi dibandingkan Szhen szhen, kawasan berikat yang dahulu meniru Batam tetapi sudah sangat maju melebihi Jakarta. sama sepeerti Batam, pada tahun 1970-an adalah pulau kosong dengan penduduk hanya 7 ribuan. Kini dengan penduduk lebih dari 2 juta, Batam bisa direncakan untuk menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera. Pertumbuhan ekonomi kuartal yang lalu mencapai 7 persen dan dinamis karena saling berinteraksi dengan Singapura, yang sudah penuh sesak. Kini publik melirik ke Batam karena dengan rencana investor global akan memindahkan investasina ke pulau ini. Batam akan menjadi salah satu pusat data center dunia. Ini harus dipersiapkan dengan dukungan iklim bisnis yang sehat.

9
Batam terus berkembang dengan investasi pada 2025 mencapai Rp69,3 triliun; sektor digital sendiri Rp8,56 triliun. Pemerintah juga sedang mendorong Batam–Bintan–Karimun sebagai hub industri hijau yang terkait dengan kerja sama listrik bersih Indonesia–Singapura. Yang sudah ancang-ancang masuk adalah investor global Nvidia. Rencana investasi Nvidia di Batam bernilai sekitar US$4,5 miliar atau setara dengan Rp80,55 triliun untuk pengembangan infrastruktur pusat data kecerdasan buatan. Dengan satu investor besar dan signifikan seperti ini, maka investasi batam bisa baik 2-3 kali lipat.

10
Peluang ini harus bisa diwujudkan. Kampus Nvidia DSX AI Factory sudah direncakanan jelas gamblang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam, yang akan melibatkan kerja sama dengan Firmus Technologies(perusahaan infrastruktur AI asal Australia) dan Day One dari Singapura. Target mulai beroperasi secara bertahap pada kuartal pertama tahun 2027 hingga 2028. Ini akan membantu ekonomi nasional bertumbuh lebih cepat dan menyerap lebih banyak tenaga kerja dari yang dicapai sekarang. Kuncinya adalah kebijakan investasi, jika kepala naga sudah masuk dan percaya, maka badan dan ekornya akan segera ikut masuk ke dalam. Rekor investasi yang tertinggal dari negara sekitar akan berubah jika Batam menjadi pusat baru data center bagi dunia.

11
Selain gempita dengan kebijakan mengolah sumberdaya alam, kita perlu kebijakan investasi menarik teknologi tinggi seperti Nvidia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dubai dan Timur Tengah yang tidak aman bisa menjadi peluang Batam, sudah layak go global dan sudah ditetapkan layak oleh Nvidia. Nvidia adalah investor global kelas tinggi, bukan investasi PMA kelas cafe dan restoran yang kurang berkualitas. Tinggal pemerintah siap atau tidak melayani minat investor ini.

BACA JUGA: Prof. Didik J. Rachbini Kembali Terpilih sebagai Rektor Universitas Paramadina

12
Batam bisa menjadi “Dubai kecil“ di Sumatera karena sudah memiliki keunggulan sejak keberadaannya, strategis secara geografis, berimpit dengan kota global Singapura, ada di jalur pelayaran internasional. Dengan dinamika yang ada dalam waktu dekat Batam bisa menjadi pintu masuk modal Timur Tengah dan Asia. Dari sisi insentif Batam sudah memiliki FTZ dengan fasilitas seperti pembebasan PPN, PPnBM dan bea tertentu, sementara KEK menawarkan tax holiday, investment allowance, percepatan amortisasi dan berbagai fasilitas kepabeanan.

*****

Batam, 29 September 2026
Didik J Rachbini
Ekonom Indef
Rektor Universitas Paramadina

*yura/ pjmi/ wi/ nf/ 280926

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 2
  • 2
  • 106
  • 88
  • 377
  • 4,451
  • 78,226
  • 78,226
  • 153,499
  • 0
  • 4,896
  • 270