WARTA IDAMAN

Kosa kata jastip, oalah, boba, bumil, cangcimen telah resmi menjadi warga Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI.
Mengutip dari (Salsabila, 2017) dalam artikelnya “Munculnya Bahasa Gaul dalam Berkomunikasi” Menyatakan, bahwa Kebanyakan orang berkomunikasi menggunakan bahasa gaul. Bahasa gaul ini muncul karena para remaja menganggap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar itu terlalu formal. Dengan demikian, ketika mereka berkomunikasi dengan kelompoknya, mereka menggunakan istilah baru atau yang disebut slang untuk menggambarkan ungkapan tersebut.
Bahasa- bahasa Slang (Salsabila, 2017) biasanya dibuat melalui media sosial, karena mudah dipahami. Namun, adapula kosakata yang muncul, disebabkan reaksi spontan oleh pengguna. Contohnya, akun gosip Instagram yang menuliskan kata “tercyduk” dalam sebuah pesan yang artinya “tertangkap”, menjadi viral dan digunakan remaja untuk komunikasi sehari-hari.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- Rizki Kasbi (كسب) dan Rizki Taqdiri (تقدر)
- Tiga Tingkatan Himmah (Keinginan) pada Diri Manusia
- Ummu Syarik: Kebaikan Tidak Harus Menunggu Banyak Dukungan
- Hikmah ke-4 Kitab Al-Hikam tentang Tawakal dan Ketenangan Jiwa
- Ketika Suara Ranting Menjadi Ancaman: Belajar dari Kematian Seekor Rusa
- Jangan Simpan Kebaikan Hanya untuk Diri Sendiri
Kata lain yang sering digunakan generasi milenial dalam berkomunikasi, mengutip dari Faatih, Dimas (2021) melalui video youtubenya, yaitu “baper” yang artinya terbawa perasaan, “kids zaman now” yang artinya anak zaman sekarang, “bapuk” yang menggambarkan sesuatu yang buruk atau rusak, “ciyus miapah?” yang artinya serius apa?, “cabe-cabean” yang merupakan sebuah istilah yang ditujukan kepada anak muda yang biasanya mengendarai sepeda motor bertiga atau berdandan, “friend zone” yang berarti status seorang lawan jenis dianggap hanya sebagai teman biasa meskipun dia mengharapkan lebih, dan “cotba” yang berarti bacot, istilah untuk banyak pembicara dan sebagainya.
>>> ke Halaman 2
Baca Juga di WARTA IDAMAN (2)
- UNAS Gelar ICGI ke-3, Soroti Polycrisis Global dan Pentingnya Ketahanan Dunia Menuju 2030
- Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Keras Serangan terhadap Bandara Riyadh, Desak Perlindungan Jamaah Umrah dan WNI
- Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman, Kemenhaj Imbau Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Situasi Timur Tengah
- Terima Kunjungan Dubes Yordania, Menhaj Bahas Peluang Wisata Jemaah Haji dan Umrah Indonesia
- UEA-Indonesia Perkuat Kemitraan Peradaban untuk Perdamaian dan Masa Depan
- Bekali Calon Mahasiswa ke Maroko, Kemenag Tekankan Integritas, Adaptasi, dan Semangat Membawa Nama Indonesia
- Al Washliyah Terima Tamu Palestina: Tegaskan Solidaritas dan Dukungan
Views: 56























