Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Azis Khafia: Sumpah Pemoeda 28 Oktober 1928 dan Kaoem Betawi Jakarta
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- RETORIKA AMBIGU: ROCKY GERUNG, MBG, DAN PRAGMATISME POLITIK
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
3. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) hari ini menggelar sidang etik atas dugaan pelanggaran kode etik terhadap 3 orang pengurus Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni Anggota KPU Parsadaan Harahap, Anggota KPU Jawa Barat Abdullah Sapi’i, dan Sekjen KPU Bernad Dermawan Sutrisno.
Mereka diadukan ke DKPP oleh 4 orang, karena menggunakan fasilitas helikopter saat menghadiri kegiatan pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, pada 25 Januari 2024. Tindakan mereka dinilai melanggar prinsip efisiensi mengingat lokasi pelantikan dapat dijangkau melalui darat.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Danrem 072/Pamungkas Ajak Mahasiswa Pesantren Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
- Jawaban Lengkap Menhaj soal Pengangkatan Tenaga Ahli dan Awal Pembentukan Kemenhaj
- Kemenhaj dan Kementerian Kebudayaan Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa
- Hadiri Istighosah Kebangsaan Hari Santri 2026, KH Zaitun Rasmin: Semangat Resolusi Jihad Harus Terus Hidup untuk Menjaga Persatuan Bangsa
- Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Ketum PB Al Washliyah Sampaikan 4 Pesan
- Kapolda Gorontalo Beri Penghargaan kepada 26 Personel Berprestasi dalam Penindakan Tambang Ilegal
EKONOMI
1. Pemerintah akan menempatkan kembali dana Rp 281 triliun ke bank-bank Himbara. Selain itu, Rp 100 triliun juga disiagakan jika perbankan membutuhkan. Usai rapat koordinasi bersama pimpinan DPR, Bank Indonesia (BI), Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dan Mensesneg, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan, dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) itu akan ditempatkan di perbankan hingga Desember 2026. Menurut dia, permintaan kredit saat ini cukup tinggi sehingga perbankan membutuhkan dana cukup besar.
Sementara, usai rapat koordinasi itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan, bank sentral telah melakukan ekspansi likuiditas hingga Rp 1.000 triliun hingga akhir Juni. Tujuannya untuk menjaga likuiditas sehingga tidak terjadi gejolak harga di pasar uang dan valas domestik.
Ia juga mengungkapkan, aliran dana asing masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sertifikat Rupiah BI (SRBI) dari awal tahun hingga akhir Juni, mencapai USD 9 miliar.
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)
- UIA Bahas Rencana Kerja Sama dengan TDA Muda di Toko Kopi Inch
- Dari Narasi ke Agribisnis: Eks Wartawan Bangkit Lewat AGRIJurno, Kolaborasi Gotong Royong Cetak Kemandirian Ekonomi
- Gandeng Owner Kedai Edelweis, PEKA BPJS Ketenagakerjaan Sukses Cetak Wirausaha Dimsum Siap Pakai
- PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern, Lahirkan Inovasi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting
- RW 02 Cipinang Muara Gelar Halal Bi Halal dan Bazar UMKM serta Launching RW Mart
- Jogja Gelar 3 Pameran Industri
Views: 16





















