Baca Juga di WARTA IDAMAN (3)
- Azis Khafia: Sumpah Pemoeda 28 Oktober 1928 dan Kaoem Betawi Jakarta
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- RETORIKA AMBIGU: ROCKY GERUNG, MBG, DAN PRAGMATISME POLITIK
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
Utusan MPR golongan mencerminkan Pluralis seakan Bhineka bermasalah. padahal Kostitusional demokrasi RI alami ragam ideologi Komunis, Sekulaler, Islam, Kapitalis SARA tak perlu intervensi USA.
Konsep RI di akomodir dunia karya para cendkia ulama RI yang ber kontribusi ilmu teruji dengan sistim Musyawaroh Demokrasi Pancasila dapat dimengerti sesuai kebutuhan RI para cendkia, tokoh, adat dan hindari pecundang Koruptor seperti Raja Juli.
Amandenen kini tak lagi supreme / tertinggi, Kelemahannnya MPR dimandulkan tiada Chech dan Ballanc Presiden dan DPR tiada yang kontrol sehingga tiada kedaulatan rakyat kecuali Olygarkhe yang seharusnya asing tak boleh serta lola rezem, karna Cost politik mahal sehingga olygarkhe kapitalis kendalikan saham para ketua Parpol non Militer.

Baca Juga di WARTA IDAMAN (4)
- Jawaban Lengkap Menhaj soal Pengangkatan Tenaga Ahli dan Awal Pembentukan Kemenhaj
- Kemenhaj dan Kementerian Kebudayaan Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa
- Hadiri Istighosah Kebangsaan Hari Santri 2026, KH Zaitun Rasmin: Semangat Resolusi Jihad Harus Terus Hidup untuk Menjaga Persatuan Bangsa
- Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Ketum PB Al Washliyah Sampaikan 4 Pesan
- Kapolda Gorontalo Beri Penghargaan kepada 26 Personel Berprestasi dalam Penindakan Tambang Ilegal
- Hari Jadi Ke-75 Humas Polri: Kapolda Gorontalo Berbagi Kehangatan Dengan Insan PERS
Zaman Orba MPR wujud filisofi dari kesalahan DPR menjadikan Presiden Suharto seumur hidup.
Blue print MPR dan TNI potensi paling stratgis dan bila terjadi revolusi yang paling ditakuti fihak status quo, andai MPR masihidup maka NAD tak protes Keadilan
Kita butuh Kembali ke UUD 45 pertahankan RI membereskan sejumlah UU yang cacat hukum seperti Minerba karna Perjuangan selain Nusa dianggap tak beradab padahal demokrasi kolonial mengincar sumber daya alam yang menghabisi potensi RI menjadi Super power yang pernah pimpin non blok.
>>> ke Halaman 3
Baca Juga di WARTA IDAMAN (5)

Views: 57


















