WARTA IDAMAN

Desa Adat Bangkal berada di Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Desa yang berdiri lebih dari 200 tahun ini mayoritas dihuni penduduk beretnis Dayak, yakni Dayak Temuan, Dayak Katingan dan Dayak Kuhin. Terdapat pula etnis lain, seperti Banjar, Jawa dan Flores.
Menuju Desa Bangkal dapat dilakukan menggunakan moda transportasi darat, baik roda dua maupun roda empat. Pengunjung yang ingin ke sana harus menempuh perjalanan sejauh 80 Km dari Kota Sampit melewati jalan Jendera Sudirman menuju arah Kota Pangkalan Bun.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- Rizki Kasbi (كسب) dan Rizki Taqdiri (تقدر)
- Tiga Tingkatan Himmah (Keinginan) pada Diri Manusia
- Ummu Syarik: Kebaikan Tidak Harus Menunggu Banyak Dukungan
- Hikmah ke-4 Kitab Al-Hikam tentang Tawakal dan Ketenangan Jiwa
- Ketika Suara Ranting Menjadi Ancaman: Belajar dari Kematian Seekor Rusa
- Jangan Simpan Kebaikan Hanya untuk Diri Sendiri
Memasuki wilayah Desa Bangkal, pengunjung akan disuguhkan pemandangan pemukiman yang mencirikan keberadaan masyarakat Dayak di sana, diantaranya adanya ‘Sandung’. Sandung merupakan sebuah tempat untuk menyimpan tulang orang yang sudah meninggal berbentuk menyerupai rumah kecil yang ditopang dengan tiang. Terdapat dua buah Sandung yang cukup terkenal di Desa Bangkal, yaitu Sandung Bahan Kondong dan Sandung Macan Rajun.
Di Desa Bangkal terdapat pula peninggalan rumah betang yang sudah tidak berpenghuni, yakni Betang Bahan Kondong dengan ukuran bangunan panjang 30,9 meter, lebar 15,8 meter, dan tinggi lantai 1,43 meter. Betang ini sangat terkenal karena pernah digunakan sebagai tempat Upacara Adat Tiwah yang dilaksanakan selama tiga bulan dari tanggal 1 Oktober 1955 s.d 15 Januari 1956.
>>> ke Halaman 2
Baca Juga di WARTA IDAMAN (2)
- UNAS Gelar ICGI ke-3, Soroti Polycrisis Global dan Pentingnya Ketahanan Dunia Menuju 2030
- Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Keras Serangan terhadap Bandara Riyadh, Desak Perlindungan Jamaah Umrah dan WNI
- Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman, Kemenhaj Imbau Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Situasi Timur Tengah
- Terima Kunjungan Dubes Yordania, Menhaj Bahas Peluang Wisata Jemaah Haji dan Umrah Indonesia
- UEA-Indonesia Perkuat Kemitraan Peradaban untuk Perdamaian dan Masa Depan
- Bekali Calon Mahasiswa ke Maroko, Kemenag Tekankan Integritas, Adaptasi, dan Semangat Membawa Nama Indonesia
- Al Washliyah Terima Tamu Palestina: Tegaskan Solidaritas dan Dukungan
Views: 18























