
Krisis kelistrikan di Kalsel belum usai. Di tengah kepungan kabut asap dan masalah air bersih, PLN Banjarbaru kembali umumkan pemadaman bergilir pada Selasa 15 September 2026. GMPD & masyarakat menagih janji normalisasi dan mendesak tindakan tegas dari Gubernur serta DPRD.
WARTA IDAMAN

BANJARBARU & BANJARMASIN — Penderitaan masyarakat di Kalimantan Selatan tampaknya kian lengkap memasuki pertengahan September 2026. Di tengah hantaman musim kemarau yang memicu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pasokan air bersih PDAM yang sering macet, warga kini harus kembali mengurut dada akibat pemadaman listrik bergilir yang tak kunjung usai.
Berdasarkan pengumuman resmi terbaru dari PT PLN (Persero) ULP Banjarbaru dan UP3 Banjarmasin, pemadaman listrik secara terbatas kembali diberlakukan pada hari ini, Selasa, 15 September 2026. Pemadaman diperkirakan berlangsung selama ± 3,5 jam, dimulai pukul 17.00 WITA s.d. 20.30 WITA.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- Tiga Tingkatan Himmah (Keinginan) pada Diri Manusia
- Ummu Syarik: Kebaikan Tidak Harus Menunggu Banyak Dukungan
- Hikmah ke-4 Kitab Al-Hikam tentang Tawakal dan Ketenangan Jiwa
- Ketika Suara Ranting Menjadi Ancaman: Belajar dari Kematian Seekor Rusa
- Jangan Simpan Kebaikan Hanya untuk Diri Sendiri
- Tips Tetap Istiqamah: Cara Menjaga Konsistensi Hijrah Sehari-hari
Langkah penghentian sementara arus listrik ini terpaksa diambil akibat adanya gangguan pada sejumlah infrastruktur pembangkit yang berdampak langsung pada sebagian wilayah kerja PLN.
Beberapa wilayah terdampak di Banjarbaru meliputi koridor Jl. Jeruk, Jl. Sekumpul Raya, Jl. Bumi Berkat 5, Jl. Griya Abdi Perkasa, Jl. Markisa, Jl. Kelapa Gading, Jl. Tunas Baru, Jl. Perambaian 3, Jl. Tanah Abang, Jl. Dukuh Jaya, hingga kawasan Jl. Ir. P.M. Noor, Pentarahan, Melati Karang Intan, Desa Mali-Mali, Lihung, Loktangga, Bi’ih, Mandi Angin, dan sekitarnya.
Jeritan “Lengkapnya Penderitaan” Warga Banua
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
“Ya Allah, berilah petunjuk kepada para pemimpin kami, dan karuniakanlah taufik kepada mereka untuk melakukan hal yang membawa kebaikan bagi negeri dan rakyat. Serta jadikanlah mereka orang-orang yang menyayangi hamba-hamba-Mu yang beriman.”

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
“Ya Allah, barangsiapa yang memegang imarah (memimpin) urusan umat lalu ia mempersulit kami, maka persulitlah ia. Dan barangsiapa yang memegang urusan umat lalu ia berlaku lembut kepada kami, maka berlakulah lembut kepadanya.”
Pemadaman bergilir yang berlarut-larut ini memicu gelombang kekecewaan mendalam dari masyarakat di berbagai platform digital dan media sosial. Istilah “PLN Byar-Pret” kembali menggema seiring tidak stabilnya pasokan listrik sehari-hari.
Bagi sebagian besar warga Banjarbaru dan Banjarmasin, situasi ini dirasa sangat tidak adil mengingat kewajiban membayar tagihan selalu tepat waktu.
“Kalsel ini lengkap penderitaan. Listrik hidup mati tidak beraturan, kemarau memicu asap di mana-mana, ditambah lagi air PDAM ikut-ikutan macet. Kami seperti dipaksa bertahan di kondisi yang serba sulit,” ujar Rachmadi Engot, Koordinator GMPD.
>>> ke Halaman 2
Baca Juga di WARTA IDAMAN (2)
- Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Keras Serangan terhadap Bandara Riyadh, Desak Perlindungan Jamaah Umrah dan WNI
- Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman, Kemenhaj Imbau Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Situasi Timur Tengah
- Terima Kunjungan Dubes Yordania, Menhaj Bahas Peluang Wisata Jemaah Haji dan Umrah Indonesia
- UEA-Indonesia Perkuat Kemitraan Peradaban untuk Perdamaian dan Masa Depan
- Bekali Calon Mahasiswa ke Maroko, Kemenag Tekankan Integritas, Adaptasi, dan Semangat Membawa Nama Indonesia
- Al Washliyah Terima Tamu Palestina: Tegaskan Solidaritas dan Dukungan
- Presiden: Tekan Beban Jemaah Haji, Tata Kelola Keuangan Haji Diaudit

Views: 66





















