WARTAIDAMAN.com
Daniel Johan anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, program ketahanan pangan harus benar mensejahterakan rakyat. Pemerintah kalau menganggap pangan sebagai sesuatu yang fundamental bagi rakyat dan Indonesia karena masa depan Indonesia ada di sektor pertanian.
Daniel Johan anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB
Hal itu disampaikan Daniel Johan sewaktu menerima rombongan Sekjen DPP FK UMKM Republik Indonesia Drs.H.Hasanuudin AS.M.Si dan dewan pakar dengan Komisi IV DPR RI dalam rangka mendukung program ketahanan pangan di Gedung MPR RI Senayan Jakarta.
Menurut Daniel pemerintah harus turun tangan langsung dalam mensukseskan program ketahanan pangan nasional. “Kalau kita dapat mengelola pertanian dengan baik masa depan negara kita akan cerah. Kita mulai subsidi di hilir dan profesional mengelola pertanian kita mengharapkan semua provinsi ada Food Station yang menyerap semua produk pertanian”.
Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi UMKM Republik Indonesia, Wahyu Raja Intan menyambut baik rencana besar Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto membuka puluhan juta lahan hutan cadangan sebagai sumber ketahanan pangan, energi dan air di Indonesia.
SEKJEN FK-UMKM-RI Bersama DEWAN PAKAR Diskusi Dengan Komisi IV DPR-RI Dalam Rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan
“Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu negara untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, melindungi kepentingan nasional, dan menghadapi ancaman dari dalam maupun luar negeri.
“Gawe besar pemerintah ini merupakan wujud nyata sebagai negara berdaulat terkait dengan ketahanan nasional negara kita,” kata Wahyu Raja Intan, Ketua Harian DPP Forum Komunikasi UMKM RI yang dihubungi PJMI Perwakilan DIY hari Rabu (1/1/2025).
Ketua Harian DPP FK UMKM RI Wahyu Raja Intan
Menurut Wahyu ketahanan nasional adalah kemampuan satu negara berdaulat dalam melindungi kepentingan nasional dalam menghadapi baik ancaman dari dalam dan luar negeri.
Seperti yang dilansir beberapa media massa, pembukaan puluhan juta lahan cadangan seluas 128.297 kilometer persegi atau 12,28 juta hektar setara dua kali luas Pulau Jawa itu disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Presiden hari Senin (30/12/2024).
Diharapkan dengan terwujudnya pembukaan lahan maha luas dengan fokus utama budidaya padi yang tumbuh baik di lahan kering diperkirakan ada potensi sekitar 1,1 juta hektar lahan yang mampu menghasilkan 3,5 juta ton beras, memenuhi kebutuhan pangan nasional. (Ridar Harahap)
Views: 44











