MAQOM TAJRID DAN ASBAB, AL HIKAM 2

 

WARTAIDAMAN.com 

 

 

 

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.

 
Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī berkata:

إِرَادَتُكَ التَّجْرِيْدُ مَعَ إِقَامَةِ اللهِ إِيَّاكَ فِي الْأَسْبَابِ مِنَ الشَّهْوَةِ الْخَفِيَّةِ

Keinginanmu untuk tajrīd (melulu beribadah tanpa berusaha mencari dunia), padahal Allah masih menempatkan engkau pada asbāb (harus berusaha untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari), termasuk syahwat nafsu yang samar.

Manusia kedudukannya (maqamnya) ada dua yaitu tajrid dan asbab/kasab.
Maqoam tajrid adalah kedudukan yang Allah berikan kepada manusia sedangkan manusia itu sudah merasa cukup tanpa mencari nafkah dan tidak sibuk dengam urusan Dunia yang timbul karena syahwat negatif . Maka saat manusia pada maqam tajrid tidak berbuat macam macam
Waktunya dihabiskan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Mendapatkan rizki dari jalan yang tidak disangka sangka.

Sedangkan maqam asbab .menut Syeh Ibnu Atha’illah al Askandari :

وَ إِرَادَتُكَ الْأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللهِ إِيَّاكَ فِي التَّجْرِيْدِ انْحِطَاطٌ مِنَ الْهِمَّةِ الْعَلِيَّةِ

Sebaliknya keinginanmu untuk asbāb (berusaha), padahal Allah telah menempatkan dirimu pada tajrīd (melulu beribadah tanpa berusah), maka demikian itu berarti menurun dari semangat yang tinggi.

Allah mrnjadikan manusia pada kedudukan Asbab/kasab ,tidak akan dapat rizki kecuali dengan mencarinya baik dengan cara mudah atau dengan kerja keras.

Sebab itu manusia harus tahu dimana posisi kedudukannya (tergolong maqam jajrid atau maqam Asbab dan harus selalu mengontrol segala aktifitas yang dikerjakan agar tidak salah jalan serta selalu berdo’a.)

والله اعلم

 

 

 

 

 

*anwi/ wi/ nf/ 080826 

Views: 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SPACE IKLAN

SPACE IKLAN