
WARTA IDAMAN

JAKARTA – Semangat meneladani Rasulullah SAW kembali digaungkan di lingkungan pendidikan dasar. SDN Kelapa Dua Wetan 04 Pagi yang berlokasi di Jl. Raya Kelapa Dua Wetan RT 006/RW 01, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Jumat pagi (4/9/2026) di lapangan sekolah. Acara yang mengusung tema “Dengan Semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, Kita Tumbuhkan Akhlak Mulia dan Ukhuwah Islamiyah” ini menjadi momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter islami sejak usia dini.
Kegiatan yang dimulai pagi ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan suasana khidmat namun ceria. Berbeda dengan peringatan di tingkat umum, acara di sekolah dasar ini dirancang khusus agar relevan dengan dunia anak, mengedepankan pendekatan visual, interaktif, dan keteladanan langsung dari para pendidik.
Ust Ahmad Furqon Nurhilal, S.Pd.I.,selaku pemceramah hadir memberikan pencerahan yang disesuaikan dengan daya tangkap siswa sekolah dasar. Dalam tausiyahnya, Ustaz Furqon tidak hanya menyampaikan sejarah kelahiran Nabi, tetapi lebih menekankan pada aspek uswah hasanah (keteladanan) yang dapat dipraktikkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
“Rasulullah itu bukan hanya tokoh masa lalu, tapi sahabat terbaik bagi anak-anak yang jujur, penyayang, dan rajin belajar,” ujar Ust Hilal, Ia mengajak siswa untuk menjadikan akhlak mulia—seperti berkata jujur, menghormati guru, dan menyayangi teman—sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Pendekatan storytelling (bercerita) yang digunakan membuat materi agama terasa lebih hidup dan mudah dipahami. Siswa tampak antusias mengikuti setiap kisah keteladanan Rasul, mulai dari sifat amanah, kesabaran, hingga kecintaan beliau terhadap anak-anak.
Keteladanan Guru sebagai Kurikulum Tersirat
Salah satu poin menarik dari peringatan Maulid di SDN Kelapa Dua Wetan 04 Pagi adalah penekanan pada keteladanan guru. Melalui penerapan dress code khusus—gamis hitam dan kerudung maroon bagi guru, serta baju muslim jumat bagi siswa—sekolah menciptakan atmosfer spiritual yang kuat secara visual.
Langkah ini sejalan dengan prinsip bahwa pendidikan karakter dilakukan melalui contoh nyata (role modeling). Ketika siswa melihat guru mereka berpakaian rapi, sopan, dan penuh semangat keagamaan, pesan moral tersampaikan lebih kuat daripada sekadar instruksi verbal. Hal ini juga memperkuat ukhuwah islamiyah antara guru dan murid, menciptakan ikatan emosional yang berbasis nilai-nilai keimanan.
Manfaat Jangka Panjang: Membangun Generasi Berakhlak Qurani
Kepala SDN Kelapa Dua Wetan 04 Pagi menyatakan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bagian integral dari kurikulum penguatan pendidikan karakter (PPK). Tujuan utamanya adalah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi iman dan takwa yang kokoh.
“Kami ingin siswa memahami bahwa menjadi murid yang baik, teman yang setia, dan anak yang berbakti adalah bentuk pengamalan cinta kepada Rasulullah,” ungkapnya.
Tiga manfaat utama yang ditargetkan dari kegiatan ini adalah:
- Meneladani Akhlak Rasulullah SAW: Menginternalisasi sifat-sifat mulia Nabi dalam perilaku harian.
- Memperkuat Iman dan Takwa: Meningkatkan kesadaran spiritual siswa melalui ibadah dan dzikir bersama.
- Menjalin Ukhuwah Islamiyah: Mempererat persaudaraan antarwarga sekolah dalam bingkai kasih sayang.
BACA JUGA di WARTA IDAMAN:
- Pertamina Gandeng Pemprov dan Polda Sulut, Distribusi BBM Dipercepat
- Kapolres Bantul Gelar Jumat Keliling di Pandak, Siapkan Petugas Penyeberangan Pelajar
- Subuh Penuh Makna, Kapolda Gorontalo Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat
- Masyhuril Khamis Harap Wajib Halal Tahap Kedua Konsisten Dilaksanakan
- Raih Top GPR Figure Award 2026, Menag Apresiasi Kerja Kehumasan ASN Kemenag
- Ketum Al Washliyah Masyhuril Khamis Apresiasi Langkah Kapolri yang Dekat dengan Rakyat, Ulama, dan Pesantren
- MUI dan Kapolri Perkuat Sinergi, Ustaz Zaitun Rasmin Soroti Pentingnya Kolaborasi Ulama dan Polri
Acara ditutup dengan pembacaan sholawat bersama dan doa keberkahan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Dengan lokasi yang strategis di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan dan dukungan komunikasi yang aktif melalui media sosial (@sdnkdwo4), SDN Kelapa Dua Wetan 04 Pagi terus berupaya menjadi pionir dalam integrasi nilai-nilai Islam ke dalam ekosistem pendidikan modern.
Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, sekolah membuktikan bahwa pendidikan agama di era milenial tetap relevan, menyenangkan, dan transformatif—membentuk generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia sesuai teladan Sang Kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW.(AW)
Baca berita lainnya hanya di WARTAIDAMAN.com
*anwi/ wi/ nf/ 040926
Views: 0





















