Beranda / SYIAR HIJRAH / al fana (الفناء) dan al baqa’ (البقاء) dalam tasawuf

al fana (الفناء) dan al baqa’ (البقاء) dalam tasawuf

Dr. H. M. Suaidi, M.Ag.

al-fana’ (الفناء) berarti lenyap atau “hancur,” terutama merujuk pada lenyapnya kesadaran diri manusia yang terikat pada duniawi dan hawa nafsu, serta sifat-sifat tercela, menuju kesadaran penuh akan kebesaran dan keagungan Allah.

Setelah fana’, seorang sufi akan memasuki maqam baqa’ (البقاء), yaitu kekekalan dalam sifat-sifat ketuhanan dan kesadaran akan kehadiran Allah.

Fana’:
Secara harfiah, fana’ berarti lenyap, hancur, sirna, atau hilang. Dalam konteks tasawuf, fana’ adalah proses meleburkan diri dari ego dan kesadaran duniawi untuk menyatu dengan kehendak Allah. Ini bukan berarti hilangnya eksistensi, tetapi lebih kepada hilangnya keterikatan pada hal-hal selain Allah.

Tingkatan Fana’:
Beberapa ahli tasawuf membagi fana’ menjadi beberapa tingkatan, seperti fana’ al-af’al (lenyapnya perbuatan), fana’ al-sifat (lenyapnya sifat), dan fana’ al-dzat (lenyapnya dzat).

Baqa’:
Setelah fana’, seorang sufi akan mencapai maqam baqa’, yaitu kekekalan dalam sifat-sifat ketuhanan. Ini berarti sifat-sifat terpuji, ilmu pengetahuan, dan kesadaran akan kehadiran Allah akan abadi dalam diri sufi.

Views: 123

Halaman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 55
  • 52
  • 220
  • 188
  • 1,387
  • 13,327
  • 77,498
  • 77,498
  • 152,894
  • 176
  • 4,862
  • 270