
WARTA IDAMAN

JAKARTA,—-Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) menggelar kuliah umum perdana bertajuk Mental Health in the 21st Century: Challenges, Opportunities, and the Role of Professional Counselors”, Senin (14/9/2026).
Kuliah umum yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan Dr. Yohan Kurniawan, Senior Lecturer Universiti Malaya, Malaysia, sebagai narasumber.
Kegiatan dibuka Dekan FKIP UIA Dr. H. Moch Fachry Yasin, M.Pd., sedangkan pengantar disampaikan oleh Purek III UIA Bidang Kemahasiswaan Dr. Misbah Fikrianto, MM., M.Si., M.Pd.(dalam bahasa Inggris). Diikuti, selain mahasiswa UIA, juga para guru Bimbingan dan Konseling dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung dinamis. Bahkan, sejumlah peserta tidak memperoleh kesempatan menyampaikan pertanyaan karena keterbatasan waktu.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku pemahaman yang baik.
Baca Juga di WARTA IDAMAN (1)
- 5 Tips Konsisten Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari agar Tetap Istiqomah
- Kajian Kitab Al-Hikam #2
- Ketum Al Washliyah: Teladani Kepemimpinan Amanah dan Keadilan Ekonomi Rasulullah
- Amal sedikit penuh kesadaran Ilahi lebih baik dari pada banyak amal dengan kesombongan diri
- Maulid Barokah Munajat kami pada MU, Yaa Allah
- Hadiah Terindah di Sepertiga Malam dan Fajar
Dalam paparannya, Yohan Kurniawan menyoroti perubahan besar dalam kesehatan mental yang terjadi seiring disrupsi digital dan munculnya era hiperkonektivitas.
Menurut dia, perkembangan teknologi menciptakan sebuah paradoks. Manusia kini semakin terhubung secara digital, tetapi pada saat yang sama generasi muda justru melaporkan tingkat kesepian yang sangat tinggi.
“Disrupsi digital era hiperkonektivitas menciptakan paradoks. Kita lebih terhubung secara digital, tetapi generasi muda melaporkan tingkat kesepian tertinggi dalam sejarah,” demikian salah satu pokok pemikirannya.
>>> ke Halaman 2
Baca Juga di WARTA IDAMAN (2)
- 15 Negara Hadir di IICF 5th, 3.500 Penari Siap Guncang Ancol dengan Semarak Jali-Jali
- FFP Universitas Paramadina Bawa Perspektif Lintas Disiplin ke Malaysia, Bekali Calon Mutawwif Hadapi Tantangan Global
- Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI
- Mentan Amran di Muktamar V Wahdah Islamiyah: Indonesia Swasembada Pangan, Ekspor Beras Hingga ASEAN dan 10 Ribu Ton ke Palestina
- Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Arab Saudi 2027, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
- Glocalizing Entrepreneurship Education: Forum Internasional IFEE 2026 Hadirkan Sandiaga Uno dan Akademisi Global untuk Masa Depan Berkelanjutan
- Hubungan Sejarah Indonesia-Yaman Perkuat Fokus Kerja Sama Sektor Pendidikan

Views: 0






















