Beranda / SEMESTA / MAKAM SYEKH MAULANA MAGHRIBI DAN KISAH SYIAR ISLAM DI TANAH JAWA

MAKAM SYEKH MAULANA MAGHRIBI DAN KISAH SYIAR ISLAM DI TANAH JAWA

Gambar tengah: Gerbang jalan masuk arah ke Makam Syekh Maulana Magribi. (1 foto; Ridar Harahap/ wartaidaman.com/ 17042025)
Gambar atas kanan:Nisan Syekh Maulana Magribi yang berukuran besar.
Gambar atas kiri: Dua orang abdi dalem berjaga di depan Makam Syekh Maulana Magribi.
Gambar bawah kanan: Joglo di depan cungkup Makam Syekh Maulana Magribi ramai dengan peziarah.
Gambar bawah kiri: Pemandangan dari sekitar Makam Syekh Maulana Magribi.
(4 foto; Syaeful Cahyadi/ Mojok.co/ 03042022)

Pesisir selatan Yogyakarta bukan hanya soal wisata pantai semata. Di sana terdapat makam Syekh Maulana Maghribi. Nama ini, kelak, menurunkan raja-raja di tanah Jawa.

Puluhan orang berjalan meniti anak tangga. Beberapa dari mereka hanya kuat berjalan beberapa langkah sebelum berhenti, memegang lutut, sambil mengeluarkan nafas tersengal.

Di beberapa bagian anak tangga, para pengemis duduk sambil menanti belas kasihan para pengunjung. Semakin naik, laut selatan akan semakin terlihat jelas. Begitu pun suara deburan ombaknya.

Susunan anak tangga ini memang tidak jauh dari pantai. Hanya berjarak sekitar satu kilometer. Orang-orang menaiki anak tangga ini bukan untuk melihat pemandangan pantai, melainkan demi sebuah ziarah ke makam seorang ulama besar.

Makam Syekh Maulana Maghribi. Demikian tulisan di gapura sebelum masuk anak tangga. Makamnya terletak di punggung perbukitan yang berada di dekat Pantai Parangtritis dan Parangkusumo. Saya mengunjunginya pada hari Selasa (29/3/2022).

Berdasarkan informasi di situs Kementerian Kebudayaan, makam dengan nama yang sama berada di Cirebon dan Klaten. Nama ini, diidentikkan dengan Syekh Maulana Muhammad Maghribi.

Ia disebut sebagai anggota Wali Songo periode pertama dan diduga tiba di Jawa pada tahun 1404 Masehi. Peziarah dari berbagai daerah rutin datang ke lokasi makamnya yang berada di Dusun Mancingan, Bantul, Yogyakarta.

Makam sang ulama berada di sebuah cungkup. Di depannya, terdapat sebuah pendopo besar. Di kala sepi, pendopo ini bisa dimanfaatkan para peziarah untuk beristirahat sambil menikmati laut dari ketinggian. Tapi jika ramai, pendopo ini dijadikan tempat berdoa.

Nisan Syekh Maulana Maghribi berukuran besar dan diselubungi sebuah kain putih yang mulai menguning. Di dalam cungkup, masih ada satu kerangka kayu dan diselubungi kain berwarna hijau berkelir kuning, mirip tutup keranda jenazah umumnya.

Aroma bunga mudah tercium begitu masuk ke area cungkup.  Di bagian depan, terdapat sebuah cerobong kecil tempat para abdi dalem membangkar kemenyan.

Penurun Raja Jawa

Dalam berbagai silsilah Mataram Islam, jamak ditemukan nama-nama ulama di bagian atasnya. Salah satu yang berada paling atas adalah sosok bernama Syekh Jumadil Qubro yang makamnya di Bukit Turgo, Sleman. Selisih satu nama di bawahnya, ada Syekh Maulana Maghribi sebagai cucu.

Surakso Trirejo (53), salah satu abdi dalem makam, mengatakan bahwa Syekh Maulana Maghribi merupakan pendatang dari tanah Persia. Ia datang ke tanah Jawa untuk menyebarkan agama Islam.

Views: 72

Halaman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INDONESIA CARE - NTT
DONASI TERBAIK MU MELALUI "I CARE"
BSI
7000555292
Yayasan Indonesia Cepat Aktif Responsif Empati

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan Ketik Email Anda, di bawah ini:
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz
Mushaf Hapalan Al Qur'an Hifz

Social Icons

KATEGORI

STATISTIK

  • 0
  • 246
  • 199
  • 239
  • 186
  • 1,789
  • 4,820
  • 82,263
  • 82,263
  • 156,985
  • 80
  • 5,005
  • 271