
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Refleksi Hari Santri Nasional: Dari Ideologi ke Imagogi, Ketika Perjuangan Tergantikan oleh Pencitraan
- RETORIKA AMBIGU: ROCKY GERUNG, MBG, DAN PRAGMATISME POLITIK
- SANTRI HARUS DIBERI PELUANG UNTUK MEMBUAT RESOLUSINYA SENDIRI
- DARI PARIS KE ASIA: Dampak Global Krisis Biaya Hidup, Utang Prancis, dan Keresahan Sosial 2026
- Hubungan Dunia Politik dan KAHMI: Lengah terhadap Jasa Para Senior?
- Kepecayaan (Trust) harus Dijaga
“Simbah Syekh Maulana Maghribi mengajak Panembahan Selohening untuk masuk Islam tapi sempat ditolak,” kata Tri.
Kedua sosok tadi lalu saling adu kekuatan dengan cara bermain delikan (petak umpet) dan memancing di laut. Panembahan Selohening mendapat ikan terlebih dahulu. Belakangan, Syekh Maulana Maghribi mendapatkan ikan dan sudah dalam kondisi siap makan dan berbau harum. Maka, Selohening mengakui kesaktiannya dan mengizinkan untuk menyebarkan agama Islam di daerah sana.
Ia juga menyerahkan padepokannya ke Syekh Maulana Maghribi dan pindah ke lokasi lain. Di bekas padepokan itulah, Syekh Maulana Maghribi membangun sebuah pesantren untuk berdakwah menyebarkan ajaran agama Islam.
“Panembahan Selohening bahkan memerintahkan pengikutnya untuk berguru ke Syekh Maulana Maghribi setelah tahu kesaktiannya itu,” kisahnya.
Kini, bangunan makam Syekh Maulana Maghribi berada dalam kewenangan Keraton Yogyakarta dan dijaga oleh 35 abdi dalem keraton. Abdi dalem di sini adalah kelompok yang sama dengan penjaga di Makam Syekh Bela-Belu dan Cepuri Parangkusumo. Penjagaan ini tidak lepas dari silsilah leluhur Mataram Islam dengan nama sang syekh di bagian atas.
“Simbah Syekh Jumadil Qubro dan Syekh Maulana Maghribi inilah yang kelak menurunkan raja-raja di Mataram,” kata Tri. Di bawah kedua nama tadi, berjajar aneka nama penguasa Jawa hingga di keturunan ketujuh muncul nama Danang Sutawijaya, pendiri Mataram Islam.
>>> ke Halaman 4
Baca Juga di WARTA IDAMAN
- Kapolda Gorontalo Beri Penghargaan kepada 26 Personel Berprestasi dalam Penindakan Tambang Ilegal
- Danrem 072/Pamungkas Hadiri Tradisi Serah Terima Dandim 0734/Yogyakarta
- Hari Jadi Ke-75 Humas Polri: Kapolda Gorontalo Berbagi Kehangatan Dengan Insan PERS
- Kemhan RI Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Pastikan Hak dan Kesejahteraan Veteran Terpenuhi
- Kemenhaj Tetapkan Rencana Perjalanan Haji 2027, Jemaah Mulai Masuk Asrama 10 April
- Kapolda Gorontalo Dan Ketua Bhayangkari Daerah Hadiri Donor Darah Hari Jadi KE-75 Humas POLRI
Views: 72





















